Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vaksinasi Covid-19 anggota  Polri dan Polda Metro Jaya. Foto ilustrasi: Ist.

Vaksinasi Covid-19 anggota Polri dan Polda Metro Jaya. Foto ilustrasi: Ist.

Masyarakat Diminta Niatkan Vaksinasi Covid-19 untuk Dapat Berkah

Minggu, 11 April 2021 | 12:11 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret (UNS), Tonang Dwi Ardyanto, mengatakan  bahwa vaksinasi merupakan usaha bersama dan bagian dari  ikhtiar  untuk menangani  Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah tetap melaksanakan vaksinasi pada saat Ramadan.

“Saya mengajak masyarakat semua agar vaksinasi ini diniatkan dengan baik semoga mendapat berkah dari Allah SWT, sehingga akhirnya membantu  mengatasi pandemi,”  kata Tonang dalam siaran pers diterima Beritasatu.com, Minggu (11/4/2021).

Tonang mengatakan, secara prinsip masyarakat tidak perlu ragu vaksinasi Covid-19 di siang hari saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. “Yang terpenting kita harus yakin bahwa kondisi kita harus fit. Kalau nanti saat puasa sudah waktunya mendapat vaksinasi, istirahat yang cukup dan jangan lupa sahur,” ujar  Tonang.

Tonang juga mengatakan, tidak hanya bagi masyarakat yang sehat, bagi masyarakat yang memiliki penyakit penyerta  atau komorbid juga masih bisa melakukan vaksinasi Covid-19.

“Bagi yang memiliki komorbid seperti  diabetes, sebetulnya sebelum ada vaksinasi sudah ada petunjuk bagaimana menjalankan puasa  sebagai seorang pasien diabetes.  Petunjuk itu yang harus dijalani, prinsipnya tidak perlu takut untuk divaksinasi. Kalaupun ragu berkonsultasilah dengan dokter saat tiba waktunya divaksinasi," ucap dia.

Tonang juga mengimbau masyarakat untuk menyakinkan kelompok  lansia mengikuti program vaksinasi. Pasalnya, ada tahapan sebelum divaksinasi yakni ada skrining.

“Selama proses skriningnya lolos, maka tidak masalah dan jangan ragu untuk divaksinasi. Kita juga harus bantu para lansia agar mudah mengakses lokasi vaksinasi. Apabila dua hal ini kita lakukan akan lebih mudah untuk yang lainnya,” ucap Tonang.

Lebih lanjut, Tonang juga memberikan saran agar masyarakat tetap  menjaga protokol kesehatan (prokes) saat beribadah pada bulan Ramadan, yakni harus tetap disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).

Sementara itu, Anggota Komite Penasihat Ahli Imunisasi  Nasional (ITAGI), Soedjatmiko mengatakan, masyarakat harus berperan aktif dalam mendorong vaksinasi bagi lansia. Pasalnya, banyak banyak  lansia yang tidak mengetahui program dan lokasi layanan vaksinasi Covid-19. 

Selain itu keluarga lansia juga menemukan keraguan karena orang tua mereka memiliki komorbid.

“Saya mengusulkan agar pengurus RT/RW dibantu warga  relawan semisal guru memberikan edukasi ke rumah-rumah para lansia ini untuk menjelaskan  manfaat vaksinasi  Covd-19,” ucap  Soedjatmiko.

Soedjatmiko menyarankan, apabila diperlukan, lansia diantarkan ke lokasi vaksinasi dengan  mekanisme skrining di awal dan dibantu pendaftarannya secara online. “Apabila ada keraguan khususnya terkait komorbid, lansia juga perlu dibantu memeriksakan diri ke dokter sebelum  divaksinasi,” ucap dia. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN