Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Menkes Apresiasi Perusahaan di Purbalingga Sediakan Ruang Menyusui

Kamis, 11 Agustus 2016 | 14:12 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

PURBALINGGA- Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek memberikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah karena telah menyediakan ruang laktasi bagi ibu menyusui.

"Di sini ada 46 perusahaan yang sebagian besar buruhnya perempuan usia muda. Mereka punya anak kecil di rumah," katanya kepada wartawan usai melakukan kunjungan kerja di Purbalingga, Kamis.

Menurut dia, penyediaan ruang laktasi di perusahaan-perusahaan didasari oleh keprihatinan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga atas angka anak kurang gizi di kabupaten itu masih tinggi meskipun mengalami penurunan dan diharapkan bisa turun hingga nol.

Ia menduga masih tingginya angka anak kurang gizi di Kabupaten Purbalingga kemungkiman karena banyaknya ibu menyusui yang bekerja.

"Saya tidak menyalahkan ibu-ibu bekerja karena itu mendukung ekonomi keluarga tetapi dia diberi haknya untuk menyusui," kata Menkes.

Oleh karena itu, kata dia, Bupati Purbalingga menekankan kepada perusahaan harus ada tempat untuk laktasi dan menyiapkan lemari pendingin untuk menyimpan air susu ibu (ASI) yang akan dibawa pulang.

Saat mengunjungi PT Shung Sim Internasional Purbalingga, dia mengaku melihat ada 50 ibu menyusui yang bekerja di perusahaan rambut palsu itu.

Akan tetapi, kata dia, ruang laktasi yang disediakan perusahaan sangat sempit sementara jam istirahatnya hanya dua kali sehingga harus bergantian.

Terkait hal itu, Menkes mengharapkan ruang laktasi di perusahaan tersebut diperbesar sehingga mampu menampung lebih banyak ibu menyusui. (ant/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN