Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Budi G Sadikin menyambut kedatangan Vaksin Sinovac dari Tiongkok di  Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST

Menkes Budi G Sadikin menyambut kedatangan Vaksin Sinovac dari Tiongkok di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST

Menkes Imbau Pemda Prioritaskan Vaksinasi Lansia

Minggu, 18 April 2021 | 14:51 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

TANGERANG, investor.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau jajaran pemerintah daerah (Pemda) memprioritaskan vaksinasi Covid-19 untuk kelompok masyarakat lanjut usia (Lansia) usia 60 tahun ke atas karena memiliki tingkat kerentanan yang tinggi.

“Tolong dipastikan dalam sebulan ini, prioritas diberikan vaksinasi kepada para lansia sehingga mereka, senior-senior kita ini bisa kita lindungi,” kaa Menkes saat memberikan keterangan pers  menyambut kedatangan vaksin Covid-19 tahap ke-8, di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4/2021).

Vaksin Sinovac dari Tiongkok kembali tiba di  Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST
Vaksin Sinovac dari Tiongkok kembali tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST

Pada saat itu, pemerintah mendatangkan sebanyak 6 juta dari 140 juta bahan baku (bulk) vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal Tiongkok.  Vaksin Covid-19 tahap pertama tiba di Tanah Air pada 6 Desember 2020 berupa vaksin jadi produksi Sinovac sebanyak 1,2 juta dosis. Selanjutnya, pada 31 Desember 2020, pemerintah mendatangkan sebanyak 1,8 juta dosis vaksin jadi produksi Sinovac.

Menkes secara khusus juga berpesan agar pemerintah daerah konsisten menjalankan vaksinasi pada bulan ramadhan ini. Apalagi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan bahwa vaksinasi tidak membatalkan puasa.

“Pesan saya kepada seluruh teman-teman di daerah, para kepala daerah, gubernur, bupati, dan wali kota, terus jalankan program vaksinasi. MUI sudah bilang bahwa selama bulan puasa vaksinasi tidak membatalkan puasa, jadi terus dijalankan,” ujarnya.

Vaksin Sinovac dari Tiongkok kembali tiba di  Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST
Vaksin Sinovac dari Tiongkok kembali tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST

Ia mengatakan, seluruh elemen masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan Covid-19, karena pandemi belum berakhir. Belakangan ini, terjadi  lonjakan kasus positif Covid-19  di sejumlah negara di kawasan Eropa, India, Filipina, Papua Nugini, serta negara-negara di Amerika Selatan seperti Cile dan Brasil.

Ketidakwaspadaan, imbuhnya, berpotensi memicu terjadinya lonjakan kasus dan membuat berbagai upaya dan usaha keras yang dilakukan dalam penanganan Covid-19 menjadi sia-sia.

Vaksin Sinovac dari Tiongkok kembali tiba di  Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST
Vaksin Sinovac dari Tiongkok kembali tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST

“Jangan sampai program vaksinasi yang sudah berjalan, program PPKM Mikro yang sudah berjalan, yang sudah bisa menurunkan kasus Covid -19, membuat kita menjadi tidak waspada, membuat kita menjadi tidak hati-hati, karena lonjakan bisa terjadi lagi,” ujar Menkes.

Menkes juga  mengingatkan agar masyarakat  terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, meskipun sudah divaksinasi.

“Sekali lagi, tetap menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Dan terus kita vaksinasi, terutama para lansia kita sampai Lebaran nanti,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN