Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (IST)

Menkes Budi Gunadi Sadikin. (IST)

Menkes: Laju Vaksinasi Sesuai Ketersediaan Pasokan Vaksin

Senin, 5 April 2021 | 21:09 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, laju pelaksanaan vaksinasi Covid-19 akan diatur sesuai ketersediaan pasokan vaksin. Saat ini, distribusi vaksin mengalami penurunan seiring diberlakukannya embargo akibat merebaknya lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga di negara-negara produsen vaksin.

Hingga 4 April 2021,  penyuntikan vaksin Covid-19 yang dilakukan pemerintah mencapai 12,7 juta  suntikan pertama dan kedua. Dibadingkan  capaian pada pekan lalu yang berada di kisaran 10 juta vaksinasi, maka terdapat kenaikan sebesar  2,5 juta vaksinasi per pekan.

“Kalau kita keluarkan negara-negara yang memproduksi vaksin sendiri,  vaksinasi  kita nomor empat di dunia. Ini bagus. Saya mengucapkan terima kasih karena ini merupakan kerja sama bersama kita,” kata  Menkes   di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/4/2021).

Menkes menjelaskan, lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga  yang terjadi di beberapa negara di kawasan Eropa, Asia, maupun Amerika telah mendorong diberlakukannya embargo di negara produsen vaksin untuk kemudian diarahkan penggunaannya di dalam negeri masing-masing.

“Akibatnya, ini sangat mempengaruhi ratusan negara di dunia, termasuk  Indonesia. Jumlah vaksin yang tadinya tersedia untuk bulan Maret dan April masing-masing 15 juta dosis atau totalnya dua bulan adalah 30 juta dosis  vaksin, kita hanya bisa terima 20 juta dosis  vaksin  atau dua per tiganya,” kata Menkes.

Pengurangan pasokan vaksin, lanjut Menkes, akan mempengaruhi laju vaksinasi yang dilakukan di Tanah Air.

“Laju vaksinasinya agak kita atur kembali sehingga kenaikannya tidak secepat sebelumnya karena memang vaksinnya yang berkurang suplainya,” ujarnya.

Disebutkan, dengan jumlah pasokan yang terbatas,  pada bulan April ini pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan penyuntikan vaksin berdasarkan risiko terpapar. Data Kementerian Kesehatan  menunjukkan bahwa kelompok masyarakat lanjut usia berumur 60 tahun ke atas memiliki risiko yang tinggi jika terpapar Covid-19 sehingga  menjadi salah satu prioritas penyuntikan.

“Kita arahkan agar disuntikkan terutama untuk para lansia dulu. Kalau ada jatah sisanya kita suntikkan ke guru, karena memang rencananya semua guru akan divaksinasi sampai Juni, supaya Juli kita mulai bertahap bisa kita buka pembelajaran tatap muka terbatas,” jelas Menkes.

Terkait pasokan vaksin di dalam negeri, Menkes mengungkapkan akan terus bernegosiasi dengan para produsen agar pasokan vaksin dapat kembali berjalan dengan normal.

“Kita sedang negosiasi dengan produsen-produsen vaksin dan negara-negara produsen vaksin, mudah-mudahan di bulan Mei bisa kembali normal sehingga kita bisa melakukan vaksinasi dengan rate seperti sebelumnya yang terus meningkat,” ujarnya.

Menkes  menyampaikan bahwa penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro  yang dilakukan pemerintah ditambah  vaksinasi yang terus digencarkan adalah kombinasi yang baik untuk mengendalikan laju penularan Covid-19 .

“Momentumnya sudah sangat bagus dengan adanya PPKM Mikro kasus menurun, masuk rumah sakit menurun, yang wafat menurun, di tambah dengan vaksinasi juga programnya kombinasi yang baik, tolong kita jaga,” ujarnya.

Menkes juga mengingatkan agar masyarakat  disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Jangan lupa untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan semoga kasus penularan Covid-19  terus bisa kita kendalikan,” kata Menkes.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN