Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (15/3/2021).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (15/3/2021).

Menkes: Prinsipnya Vaksin Gotong Royong Diberikan Gratis ke Seluruh Pekerja

Senin, 15 Maret 2021 | 15:05 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.idMenteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi Covid-19 gotong royong yang akan dilaksanakan sejumlah perusahaan swasta melalui diberikan secara gratis kepada seluruh pekerja.

“Yang penting prinsipnya tidak dipungut biaya kepada masyarakat, dengan sasaran penerimanya adalah karyawan dan karyawati dari seluruh perusahaan yang ada di seluruh Indonesia,” ujar Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (15/3/2021).

Kemudian terkait tarif yang akan dibebankan kepada pengusaha, jelas dia, akan ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan setelah badan usaha milik negara (BUMN) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendiskusikan harga vaksin.

"Jadi harus ada kesepakatan antara mereka (BUMN dan Kadin), jenis vaksinnya berbeda dengan yang digunakan vaksinasi program agar tidak terjadi kebocoran dari vaksin yang gratis ke vaksinnya berbayar," kata dia.

Lebih lanjut, Budi meminta pendataan jumlah karyawan dan karyawati yang akan menerima vaksin Covid-19 harus menggunakan data base yang sama sehingga tidak terjadi duplikasi penyuntikan. Selain itu jenis vaksin gotong royong berbeda dengan yang digunakan vaksinasi dalam program pemerintah.

Kemudian untuk distribusi dan penyuntikannya dilakukan oleh Biofarma dan pihak swasta agar tidak membebani fasilitas kesehatan yang digunakan untuk melakukan vaksinasi gratis.

"Kemudian pascavaksinasi dan pengawasan KIPI juga diikuti dengan prosedur yang ada di Kemenkes," pungkas dia.

Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

 

7,4 Juta Pegawai Sudah Didaftarkan

Pada kesempatan itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, total pekerja yang sudah didaftarkan hingga Minggu (14/3/2021) mencapai lebih dari 7,4 juta orang. Angka ini didapatkan atas pembukaan pendaftaran tahap kedua yang dibuka per 10 Maret 2021 hingga 24 Maret dengan penambahan hingga 2.372 perusahaan hanya dalam waktu lima hari.

“Kemudian atas masukan dari kementerian BUMN dan waktu kami berkomunikasi dengan Bio Farma, pendaftaran kedua dibuka 10 Maret dan kami mulai buka kembali 10 Maret diharapkan sampai 24 Maret. Untuk data hingga 14 Maret terjadi penambahan 2.372 perusahaan sehingga total perusahaan sudah mendaftar 11.542 perusahaan dengan total target vaksinasi 7.403.356 orang dan ini masih terus berjalan,” tegas dia.

Secara rinci, pendaftaran sudah dibuka sebanyak dua tahap. Untuk tahap pertama, telah bergulir sejak tanggal 28 Januari hingga 28 Februari 2021 dan ada sebanyak 9.176 perusahaan sudah mendaftarkan hampir 6,9 juta karyawan.

Menurut Rosan, yang tercatat mendaftarkan karyawan bukan cuma perusahaan besar. Bahkan, sektor UMKM juga tercatat mengikutkan karyawannya untuk vaksinasi mandiri ini.

"Karena dari asosiasi menyatakan apakah dari UMKM boleh daftar? Kami sampaikan selama entitas itu entitas Indonesia, silakan untuk mendaftar. Dan beberapa UMKM ternyata yang pekerjanya hanya 5-10 orang ikut mendaftar," pungkas Rosan.

Lebih lanjut, Rosan mengatakan bahwa program vaksinasi gotong royong merupakan langkah untuk mempercepat proses vaksinasi sehingga lebih cepat juga memberikan dampak kepada program pemulihan ekonomi nasional dan ke sektor kesehatan.

Spirit intinya, program vaksinasi mandiri tidak boleh ada komersialisasi dan kedua spirit tetap vaksin gratis, yakni penerima terakhir harus tetap gratis tidak membayar, jadi dalam hal ini perushaan yang melakukan pembayaran untuk diberikan kepada para pekerja, buruh, dan keluarga para pegawai,” kata Rosan.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN