Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menpora Zainudin Amali  Sumber: BSTV

Menpora Zainudin Amali Sumber: BSTV

Menpora: PON XX dan Peparnas XVI Papua Terapkan Sistem Bubble Ketat

Selasa, 13 Juli 2021 | 19:15 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyatakan, pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI di Papua, pada Oktober dan November 2021  akan menerapkan sistem gelembung (bubble)  sangat ketat. Sistem ini juga  diterapkan  pada  penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2021.

“Saya kira kita akan menerapkan aturan  sangat ketat. Ada satu yang berada di depan kita pelaksanaan Olimpiade Tokyo, itu akan kita lihat betul bagaimana kita belajar dari situ, karena mereka menerapkan sistem bubble,” kata Menpora saat memberikan keterangan  pers usai Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), melalui konferensi video, Selasa (13/7/2021).

Ia mengatakan penerapan sistem bubble  akan mewajibkan penyelenggara untuk membatasi semua pihak agar hanya beraktivitas sesuai kegiatan  PON dan Peparnas.

“Jadi sistem bubble itu maksudnya hanya dari penginapan ke tempat pertandingan, tempat pertandingan kembali ke penginapan,” ujarnya.

Menurut Menpora, pemerintah sudah berpengalaman dalam  penerapan protokol kesehatan pada  gelaran olahraga sepak bola dan bola basket.

“Kita sudah berpengalaman, walaupun itu single event ya, di sepak bola dan bola basket,  dan sukses kita. Dan sistem bubble saya kira sistem yang aman buat kira dan kita jaga agar tidak ke sana kemari,” ujarnya.

Lebih lanjut Menpora mengatakan, seluruh kontingen yang akan mengikuti PON XX dan Peparnas XVI ini sudah divaksinasi. “Untuk vaksin atlet, pelatih, ofisial, dan tenaga pendukung, mereka yang datang dari 33 provinsi itu tadi dilaporkan bahwa sudah divaksin, dan juga untuk kontingen yang ada di Papua,” ujarnya.

Menpora menambahkan, vaksinasi juga dilakukan bagi masyarakat yang ada di sekitar venue maupun tempat akomodasi kontingen. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi pada Ratas bulan Maret 2021.

“Tadi arahan Bapak Presiden supaya dimasifkan. Bahkan vaksinnya akan ditambah jumlahnya untuk ke Papua dan akan diperkirakan bulan Agustus selesai semua divaksin,” katanya.

Terkait kehadiran penonton, Menpora menyebutkan hal itu akan diputuskan pada bulan September mendatang, sesuai  perkembangan pengendalian pandemi Covid -19. Disebutkan,   jika diputuskan pertandingan dapat dihadiri penonton secara terbatas, maka semua penonton juga harus sudah divaksinasi.

“Sekali lagi saya tegaskan, kalau keputusannya semua pertandingan boleh ditonton maka bisa dipastikan semua yang nonton itu sudah divaksin. Bagi mereka yang tidak mau divaksin ya pasti tidak diperbolehkan untuk menonton,” tegasnya.

Kesiapan Infrastruktur

Arena cricket  Foto: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Arena cricket Foto: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Menpora juga menyampaikan mengenai persiapan infrastruktur baik venue maupun akomodasi untuk penyelenggaraan PON XX yang akan digelar pada tanggal 2-15 serta Peparnas XVI akan diselenggarakan sebulan setelah PON, yaitu pada  2-15 November.

“Secara keseluruhan bahwa kesiapan dari prasarana itu sudah sekitar 90-an persen. Yang tersisa adalah melakukan finishing dan juga pengisian peralatan atau perlengkapan di dalam, baik itu tempat-tempat penginapan atau akomodasi maupun venue. Misalnya, harus ada segera kita masukkan AC, water heater, tempat tidur, dan sebagainya, itu menjadi tanggung jawab dari PB PON dan yang lain-lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi peralatan, Menpora memaparkan, peralatan untuk 26 cabang olahraga (cabor) yang disiapkan oleh pemerintah pusat melalui Kemenpora saat ini sedang dalam proses dan dipastikan semuanya sudah ada di Papua pada akhir Agustus mendatang. Bahkan, saat ini sudah ada yang terpasang karena beberapa cabor sudah mulai melakukan tes event.

Salah satu vanue dari empat vanue PON XX yang diserahkan PUPR pada Pemprov Papua, Jumat (18/6).
Salah satu vanue PON XX

“Di samping itu, ada 13 cabor yang peralatannya diadakan melalui APBD atau PB PON, itu juga sama statusnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Menpora menjelaskan, PON XX akan mempertandingkan 37 cabor dan akan diikuti sekitar 6.400 orang atlet dan 3.500 orang ofisial. Gelaran ini akan diselenggarakan di empat tempat, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

Sedangkan Peparnas XVI hanya akan mempertandingkan 12 cabang olahraga dan akan diikuti sebanyak 1.935 orang atlet dan 740 orang ofisial. Gelaran ini akan diselenggarakan di dua tempat, yaitu Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

“Jadi untuk para atlet disabilitas, kita tidak perlu membangun lagi fasilitas-fasilitas yang baru karena setelah penggunaan untuk PON itu langsung bisa digunakan oleh para peserta Peparnas,” jelas Menpora.

Lapangan Hockey  Foto: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Lapangan Hockey Foto: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Terkait masalah  keamanan, Menpora menyampaikan bahwa dalam Ratas yang  dihadiri  Gubernur Papua Lukas Enembe, Ketua Umum KONI Marciano Norman,  Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Sigit Listyo Prabowo telah disampaikan bahwa aparat keamanan  siap  mengawal  penyelenggaraan PON XX dan Peparnas XVI Papua.

“Terakhir dari sisi keamanan, tadi juga Pak Kapolri dan Panglima TNI menyampaikan tentang dukungan penuh dari Pak Panglima dan Pak Kapolri. Dan,  bahkan sudah menyampaikan tentang hal-hal yang akan dikerjakan oleh kedua institusi itu,” kata Menpora.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN