Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meninjau salah satu tempat pengolahan sarang burung walet di Pontianak, belum lama ini. (Foto: Dok. Kemtan)

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meninjau salah satu tempat pengolahan sarang burung walet di Pontianak, belum lama ini. (Foto: Dok. Kemtan)

Mentan Tinjau Pengolahan Sarang Burung Walet di Pontianak

Minggu, 12 September 2021 | 18:23 WIB

PONTIANAK, investor.id - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji baru-baru ini meninjau salah satu tempat pengolahan sarang burung walet di Pontianak.

"Sore ini Pak Gubernur (Kalbar) dengan unit kerja yang ada di sini menunjukkan kepada saya bagaimana processing rumah walet, rumah processing walet yang ada untuk menampung semua hasil rumah walet yang tersebar di Kalimantan Barat yang begitu banyak," ujar Mentan, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (12/9).

Sarang burung walet menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan dari subsektor peternakan. Ekspor sarang burung walet setiap tahunnya terus tumbuh.

Menurut data BPS, sejak tahun 2016, nilai ekspor sarang burung walet Indonesia terus tumbuh hingga mencapai US$540 juta di tahun 2020 dengan Tiongkok menjadi negara tujuan ekspor utama dengan hampir 78%.

Selain berbagai upaya koordinasi yang terus dilakukan antara Kemtan dan Pemprov Kalbar untuk mendukung ketahanan pangan dalam negeri dengan optimalisasi lahan-lahan existing, Mentan juga mendorong munculnya komoditas-komoditas andalan baru yang mampu memberdayakan masyarakatan dan meningkatkan perekonomian.

"Saya bersama Pak Gubernur sepakat untuk mencoba mengoptimalkan semua lahan-lahan eksisting untuk ketahanan pangan dan Pak Guburnur tahun ini sudah mampu mendorong upaya maksimal sehingga katakanlah ketahanan pangan kita di Kalimantan Barat ini bisa berjalan dengan baik," jelas Mentan.

Tidak sampai di situ, ditambahkan kemudian bagaimana hal ini terus dilanjutkan dengan mengakselerasi potensi-potensi lain di bidang pertanian, peternakan, perkebunan, bahkan di bidang horti.

Lebih lanjut, Mentan berharap bahwa pengembangan sarang burung walet bisa maksimal.

"Komoditas sarang burung walet yang Bapak Presiden dorong untuk kita jadikan komoditi andalan baru kita di Kalimantan Barat (diharapkan) bisa maksimal, terlebih lagi di sini terlihat bahwa anak-anak muda mengambil peranan," terangnya.

Gulam Mohamad Sharon selaku Owner PT Borneo Walet Lestari mengatakan bahwa beberapa negara telah melakukan negoisasi untuk ekspor sarang burung walet ini.

Selain itu, dari negara Taiwan juga sudah melakukan pemesanan. Sejak didirikan tahun 2019, perusahaan terus meningkatkan kapasitas produksi dari tahun ke tahun. Selain itu, perusahaan ini juga terus meningkatkan kualitas agar memenuhi kualifikasi produk ekspor sarang burung walet sesuai arahan dari Kemtan.

Beberapa langkah strategis yang dilakukan oleh Kemtan di Kalbar yakni dengan melakukan optimalisasi lahan existing, pengembangan komoditas-komoditas yang menjadi kelebihan masing-masing kabupaten, serta pengambangan produk berorientasi ekspor seperti sarang burung walet ini.

"Kita tentu saja mendukung dengan mempersiapkan berbagai bentuk program dengan maksimal dengan baik, diawali dengan perencanaan dengan baik antara pemerintah daerah dan Kemtan ke depannya akan merumuskan. Kemudian lahan existing untuk ketahanan pangan diangkat lagi mulai dari varietas, budidaya sampai percepatan pengolahan, dibarengi dengan pengembangan komoditas di kabupaten-kabupaten yang memiliki kelebihan yang berbeda-beda, tentunya komoditas terkait ekspor juga akan kita bicarakan," jelas Syahrul.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN