Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meninjau perkembangan lahan jagung uji coba dua tongkol di Desa Botonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu 26 Juni 2022. (Foto: Dok. Kementan)

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meninjau perkembangan lahan jagung uji coba dua tongkol di Desa Botonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu 26 Juni 2022. (Foto: Dok. Kementan)

Mentan Tinjau Perkembangan Jagung Dua Tongkol di Gowa

Senin, 27 Juni 2022 | 11:33 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meninjau perkembangan lahan jagung uji coba dua tongkol di Desa Botonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Mentan melihat langsung varietas jagung yang tadinya tumbuh satu tongkol kini menjadi dua tongkol.

Advertisement

"Saya lihat perkembangannya cukup bagus, tapi saya kira ini perlu intervensi dengan teknologi. Itu yang harus kita dilakukan," ujar Mentan, Minggu (26/6).

Menurut Mentan, saat ini ada sekitar 1.000 hektare lahan jagung yang sudah dijadikan percontohan di Kabupaten Gowa. Diharapkan, lahan tersebut mampu meningkatkan produksi jagung dari pintu gerbang Indonesia Timur.

"Sampaikan ke petani ada yang saya buatkan percontohan 1.000 hektare lebih di Kabupaten Gowa, kita uji coba, Jadi 20 hari kemudian kita panen. Kita akan percepat sehingga produksinya meningkat," katanya.

Mentan mengatakan, sektor pertanian adalah sektor yang paling startegis sekaligus sektor yang paling menguntungkan karena dapat membuka lapangan kerja dan membantu ekonomi keluarga.

Namun menurutnya, pertanian membutuhkan konsentrasi dan fokus berpikir agar penanaman dapat dilakukan secara maksimal. Termasuk dalam penggunaan teknologi mekanisasi.

"Jadi tidak semua mengharapkan bantuan, kita menggunakan kemampuan berpikir, rekayasa kita seperti apa karena pertanian itu adalah komoditi yang menjanjikan keuntungan bagi semua pihak. Bahkan bisa jadi lapangan kerja dan membackup ekonomi kita. Dan itu menjadi pilihan-pilihan kita ke depan," ujarnya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN