Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Moeldoko. Foto: IST

Moeldoko. Foto: IST

Moeldoko: Presiden Sudah Jokowi Sudah Beberapa Kali Peringatkan Menteri

Selasa, 30 Juni 2020 | 05:00 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah beberapa kali memperingatkan para menteri dan pimpinan lembaga negara untuk bekerja ekstra keras agar mampu mengatasi krisis yang diakibatkan pandemi Covid-19.

Namun, belum ada hasil yang signifikan dari kinerja para menteri dan pimpinan lembaga, sehingga Presiden Jokowi pada sidang kabinet paripurna 18 Juni 2020 lalu, memberikan peringatan yang lebih keras.

“Presiden khawatir para pembantu ada yang merasa saat ini situasi normal. Untuk itu diingatkan, ini peringatan kesekian kali,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/6).

Moeldoko mengatakan para menteri dan pimpinan lembaga negara harus bekerja luar biasa agar dapat mengurangi beban pandemi Covid-19 yang dirasakan masyarakat.

Para menteri dan pimpinan lembaga pun harus memastikan semua kebijakan yang diambil pemerintah berjalan efektif, efisien, akuntabel, dan tepat sasaran.

“Presiden beberapa kali katakan ini dan masih ada beberapa di lapangan yang tidak sesuai dengan harapan beliau,” ujarnya .

Presiden meminta penanganan aspek kesehatan masyarakat menjadi prioritas dalam setiap kebijakan pandemic Covid-19. Lalu, kebijakan pemulihan sosial dan ekonomi akibat Covid-19 juga harus bisa terakselerasi.

Lebih lanjut dia mengatakan, sektor kesehatan menjadi salah satu sektor yang menurut Presiden Jokowi masih lemah saat ini.

“Persoalan kesehatan. Dana yang besar baru terserap 1,53 persen. Memang kita dalami ada persoalan yang perlu dikomunikasikan. Sinergi BPJS, pemda dan Menkes,” kata Moeldoko.

Moeldoko menyebutkan, selain itu persoalan pendataan tenaga medis juga menjadi masalah. Dia menegaskan pendataan tenaga medis tidak boleh salah. Selanjutnya juga mengenai lambannya aksi-aksi penanganan akibat terbentur regulasi.

Hal lain yang juga dicermati Presiden, kata Moeldoko, yakni mengenai bantuan sosial, misalnya soal pendataan penerima bantuan sosial. Namun hal tersebut sudah dilakukan perbaikan-perbaikan.

Berikutnya, juga mengenai usaha mikro, kecil, dan menengah yang masih terhambat dalam menerima stimulus.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto Kembali diperiksa KPK. Foto: SP/Joanito de Saojoao
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: SP/Joanito de Saojoao

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, wajar jika Presiden Jokowi marah dan menegur jajaran Kabinet Indonesia Maju atas penanganan Covid-19. Bagi PDIP, sejak awal Presiden Jokowi sudah mengingatkan seriusnya Covid-19 pada seluruh kehidupan rakyat.

Karena itulah setiap jajaran cabinet seharusnya memiliki sense of crisis, berani mengambil tanggung jawab melalui kebijakan terobosan untuk membantu rakyat.

“Bahkan dengan keluarnya Perppu menunjukkan adanya hal ikhwal kegentingan yang memaksa,” kata Hasto, Senin (29/6). (b1/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN