Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Muhaimin Iskandar. Foto: Primus Dorimulu

Muhaimin Iskandar. Foto: Primus Dorimulu

Muhaimin Desak Stakeholder Indonesia Produksi Vaksin Covid-19

Sabtu, 22 Mei 2021 | 19:21 WIB
Markus Junianto Sihaloho

JAKARTA, investor.id   - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara terbuka mengkritik negara besar yang menguasai distribusi vaksin covid-19. Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa ini membuktikan bahwa negara seperti Indonesia harus mampu memperbesar peluang produksi vaksin dalam negeri.

Maka itu, dia mendesak agar semua stakeholder  atau pemangku kepentingan saat ini harus bahu membahu memperbesar peluang produksi Vaksin Covid-19 dari dalam negeri.

“Kami mendorong semua pihak tidak mengedepankan ego sektoral untuk melihat peluang berkembanganya produksi vaksin dalam negeri seperti Vaksin Merah Putih atau Vaksin Nusantara," kata Muhaimin, Sabtu (22/5/2021).

Bagi Ketua Umum PKB itu. peluang sekecil apapun atas produksi vaksin dalam negeri harus diambil. Sebab kesenjangan distribusi vaksin antara negara maju dan negara berkembang kian jomplang.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berbicara dalam Global Health Summit menyatakan kekhawatirannya atas kesenjangan distribusi vaksin Covid-19 dunia. Saat ini hampir 83% semua produksi vaksin Covid-19 dunia didistribusikan untuk negara-negara maju. Sedangkan negara-negara berkembang hanya mendapatkan alokasi 17% sisanya. Padahal kebutuhan vaksin di negara-negara berkembang mencapai 47% produksi vaksin dunia.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin atau Gus Ami itu, kesenjangan distribusi vaksin dunia ini akan menyulitkan posisi negara berkembang termasuk Indonesia. Sebab negara berkembang yang jumlahnya banyak, akan saling berebut mendapatkan jatah vaksin bagi penduduknya.

“Keterbatasan akses vaksin bagi negara berkembang akan menyulitkan upaya pembentukan herd immunity. Jika kondisi ini terjadi maka upaya untuk pengendalian atau mengakhiri dampak pandemi akan semakin sulit,” katanya.

Ketua Timwas Pengendalian Bencana Pandemi Covid-19 DPR ini mendesak agar semua pihak mendorong ketersediaan vaksin produksi dalam negeri seperti Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara. Beberapa waktu lalu polemik produksi dalam negeri yakni Vaksin Nusantara begitu mengemuka. Bahkan BPOM menegaskan jika uji coba Vaksin Nusantara harus dihentikan karena tidak memenuhi kaidah klinis.

“Di kalangan pakar masih terjadi perdebatan terkait efektivitas Vaksin Nusantara. Namun bagi kami, apapun perdebatan itu tidak boleh menghalangi proses invention atau penemuan potensi produksi vaksin dalam negeri yang bisa cepat diproduksi dan aman bagi masyarakat,” kata dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN