Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ojek online di Tangerang Raya belum angkut penumpang. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Ojek online di Tangerang Raya belum angkut penumpang. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Ojol di Tangerang Raya Belum Bisa Angkut Penumpang

Rabu, 8 Juli 2020 | 06:51 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang hingga saat ini masih belum mengizinkan transportasi ojek daring (ojek online atau ojol) dan ojek konvensional untuk mengangkut penumpang di wilayah Kota Tangerang.

Hal ini lantaran hingga kini di wilayah Tangerang Raya masih menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Karena masih masa PSBB, ojek online dan ojek konvensional di Tangerang belum bisa mengangkut penumpang dan hanya bisa mengangkut barang ataupun pemesanan makanan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Wahyu Iskandar saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (7/7).

Ditegaskannya, Dinas Perhubungan Kota Tangerang berupaya untuk terus melakukan pengawasan terhadap operasional ojek daring di wilayah Kota Tangerang.

“Kita kemarin sudah ketemu dengan pihak operator baik Gojek ataupun Grab untuk menyosialisasi kebijakan ini. Jangan sampai karena kita izinkan lalu angka penderitanya jadi makin tinggi, karena di Tangerang kan masih dalam zona merah. Namun pastinya kita juga melihat aspek ekonomi di Tangerang sudah mulai jalan setelah adanya pelonggaran PSBB seperti bus-bus antarkota sudah bisa beroperasi, angkutan umum dan KRL juga sudah beroperasi normal namun semua harus disesuaikan dengan protokol kesehatan,” tandasnya.

Pihaknya juga menyatakan akan menindak tegas para ojek daring dan operator yang membandel dan tidak mengindahkan peraturan terkait pelaksanaan PSBB.

“Jadi kalau ada yang nakal missal mengangkat penumpang dan ketahuan, maka kita akan tindak tegas. Karena biar bagaimanapun kita tidak mau ada klaster baru dari angkutan umum di Kota Tangerang. Makanya kami terus melakukan pengawasan kepada semua transportasi umum,” ujarnya. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN