Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Warga vaksinasi Covid-19 di RPTRA Gondangdia, Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Warga vaksinasi Covid-19 di RPTRA Gondangdia, Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

PAEI: Disiplin Prokes dan Vaksinasi Kunci Ubah Pandemi Jadi Endemi

Minggu, 19 September 2021 | 08:03 WIB
Fatima Bona

JAKARTA. Investor.id - Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Hariadi Wibisono mengatakan, untuk  mengubah pandemi jadi endemi, maka masyarakat perlu meningkatkan kesadaran pentingnya protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi.

Sedangkan langkah yang dilakukan pemerintah adalah memperkuat fungsi surveilans di ujung tombak dengan menyiapkan tenaga yang terlatih dalam menemukan, melacak dan mengambil spesimen serta tindakan pemutusan penularan setempat.

"Pandemi berubah jadi endemi bila penanganan kasus cukup berhasil menekan jumlah kasus, namun tidak sampai habis sehingga masih ada kasus yg bersifat konstan dan sporadis," ujar Hariadi dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Sabtu (18/9/2021).

Hariadi menyebutkan, pandemi adalah wabah penyakit yang menyerang luas ke beberapa negara dengan peningkatan jumlah kasus dan kematian.

Adapun, endemi adalah situasi di mana suatu penyakit selalu ada walau jumlahnya tidak banyak dan tidak meningkat.

Hariadi menambahkan, apabila endemi tidak diawasi dengan fungsi surveilans yang baik akan menimbulkan peningkatan jumlah kasus yang tak terpantau.

“Jika dibiarkan terus meningkat membuat endemi dapat berubah menjadi epidemi atau wabah. Bila wabah di suatu daerah/negara tidak tertangani dengan baik akan meluas ke negara-negara lain maka menjadi pandemi," kata Hariadi.

Sementara itu, pakar imunisasi, Elizabeth Jane Soepardi menambahkan, pandemi menjadi endemi bila sirkulasi virus tidak bisa diputus. Virus tetap bersirkulasi, berpindah-pindah dari satu kelompok ke kelompok masyarakat yang lain.

Untuk menuju endemi, menurut Jane, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus mulai menempatkan epidemiolog di setiap kabupaten/kota untuk membantu mengidentifikasi fokus transmisi virus sebagai dasar untuk menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan mengalokasikan sumber daya seperti vaksin, obat, alat, alokasi anggaran agar dapat memutuskan transmisi virus.

Di sisi lain, Jane juga mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan. "Masyarakat juga harus membantu pemerintah dalam penerapan PPKM untuk tetap kooperatif serta aktif mencari solusi agar dapat atasi masalah ekonomi," ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN