Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pedagang menunggu pembeli di pusat pembelanjaan Thamrin City, di Jakarta. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pedagang menunggu pembeli di pusat pembelanjaan Thamrin City, di Jakarta. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pelonggaran Operasi Mal-Restoran saat PSBB atas Permintaan Pengusaha

Selasa, 26 Januari 2021 | 06:57 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang akrab disapa Ariza menyebutkan bahwa perpanjangan satu jam operasional pusat perbelanjaan (mal) dan restoran di Jakarta saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat pada 26 Januari-8 Februari 2021 atas permintaan pengusaha.

Ariza mengatakan para pelaku usaha restoran dan pusat perbelanjaan meminta agar ada pelonggaran jam operasional. Permintaan itu dikabulkan oleh Pemprov DKI yang kemudian memutuskan untuk memberikan waktu operasional satu jam lebih lama dibanding dengan aturan pada PSBB ketat sebelumnya.

"Itu kan permintaan dari teman- teman pelaku usaha," kata Ariza di Balai Kota Jakarta, Senin (25/1).

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Foto: IST
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Foto: IST

Pelonggaran jam operasional mal dan restoran itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 51 Tahun 2021 yang juga mengamanatkan perpanjangan masa PSBB ketat sampai 8 Februari 2021.

Kategori kegiatan restoran yang dimaksud adalah usaha warung makan, rumah makan, kafe, restoran, pedagang kaki lima atau lapak jajanan di lokasi binaan dan lokasi sementara. Tempat-tempat usaha itu diperbolehkan melayani tamu makan di tempat hingga pukul 20.00 WIB tetapi dibatasi hanya 25 persen dari kapasitas tempat yang tersedia.

Aturan tersebut lebih lama satu jam ketimbang aturan dalam PSBB sebelumnya yang hanya mengizinkan restoran buka hingga 19.00 WIB. Sedangkan layanan pesan antar atau dibawa pulang diizinkan beroperasi sesuai dengan jam operasional restoran.

Kegiatan pusat perbelanjaan atau mal jam operasional pusat perbelanjaan atau mal dibatasi sampai dengan pukul 20.00 WIB atau satu jam lebih lama dibandingkan dengan aturan lama yang hanya memperbolehkan mal beroperasi sampai 19.00 WIB.

“PSBB ketat tidak ada perubahan banyak terkait kebijakan, hanya memperpanjang yang ditambah hanya jam operasional mal yang sebelumnya sampai dengan jam 19 menjadi sampai dengan jam 20, mempertimbangkan permintaan dari mal dan restoran terkait dimungkinkannya jam makan malam," ujarnya.

PertambahanKasus Covid-19

Suasana pengunjung di sebuah Coffe Shop di kawasan Kemandoran, Jakarta Selatan, Kamis (21/1/2021). Foto:  SP/Joanito De Saojoao
Suasana pengunjung di sebuah Coffe Shop di kawasan Kemandoran, Jakarta Selatan,. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang PSBB hingga 8 Februari 2021 mendatang. Salah satu alasan perpanjangan masa PSBB ini, karena laju pertambahan kasus aktif Covid-19 di Jakarta dalam dua minggu terakhir masih tinggi.

"Kita memperpanjang masa PSBB didasari data laju pertambahan kasus aktif di Jakarta dalam dua minggu terakhir yang masih tinggi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti dalam keterangannya, Senin (25/1).

Kasus aktif pada 11 Januari 2021, kata Widyastuti, sebanyak 17.946 dengan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakar ta sebanyak 208.583 kasus. Sedangkan, per tanggal 24 Januari 2021, jumlah kasus aktif meningkat sebesar 34% menjadi 24.224, dengan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 249.815 kasus.

"Jumlah kasus aktif sebesar 24.224 ini melampaui dari titik tertinggi kasus aktif yang ada di Jakarta. Sehingga, ini merupakan pesan kepada kita semua bahwa pandemi belum berakhir," ungkap dia.

Dia mengatakan, kapasitas tempat tidur atau bed isolasi dan ICU di 101 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jakarta makin berkurang. Hingga 24 Januari 2021, kata Widyastuti, kapasitas tempat tidur isolasi tersisa 14% dan tempat tidur ICU tersisa 16%.

“Kondisi ketersediaan tempat tidur isolasi per 24 Januari 2021 hanya menyisahkan 14% dan tempat ICU hanya menyisahkan 16%,” ujar Widyastuti. Pemprov DKI, kata Widyastuti, akan terus menambahkan kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU tersebut.

Saat ini, tutur dia, terdapat sebanyak 8.055 tempat tidur isolasi dan telah terisi sebanyak 6.954 tempat tidur.

Terkait perpanjangan PSBB ini, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengajak seluruh pihak untuk Jaga Jakarta, dengan menggalang seluruh sumber daya guna menekan laju paparan virus Covid-19. Salah satunya, makin memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di tingkat paling kecil yakni rukun warga (RW).

Sehingga, Satgas Covid-19 di tingkat RW ini memegang peranan penting, khususnya untuk menekan laju penyebaran virus di tingkat keluarga, serta menyiapkan langkah lanjutan jika ada yang terpapar.

“Satgas Covid-19 terutama pada tingkat RW yang sudah ada akan lebih kami maksimalkan, terlebih mereka telah berpengalaman selama hampir setahun. Nantinya, mereka juga akan fokus menjangkau dan menekan terjadinya klaster keluarga karena klaster keluarga menyumbang 566 klaster, kemudian klaster perkantoran sebesar 312 klaster,” terang Anies.

Anies juga kembali menekankan terkait pentingnya konsolidasi lintas sektoral dan integral dengan daerah sekitar Jakarta guna menanggulangi laju penyebaran Covid-19. Terlebih, jika melihat data per 24 Januari, di mana sebanyak 24% pasien yang dirawat di faskes DKI merupakan warga Bodetabek dan luar Jabodetabek. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN