Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan terkait pembatasan aktivitas masyarakat di sebagian wilayah Jawa dan Bali., Kamis (7/1/2021).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan terkait pembatasan aktivitas masyarakat di sebagian wilayah Jawa dan Bali., Kamis (7/1/2021).

Pemerintah akan Perpanjang PPKM hingga 8 Februari

Kamis, 21 Januari 2021 | 16:25 WIB
Kunradus Aliandu (kunradus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah akan memperpanjang masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama dua minggu ke depan, terhitung sejak 26 Januari.

“Sesuai dengan hasil rapat tadi, Bapak Presiden sudah menyetujui bahwa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat, mengingat dari data-data yang ada bahwa di 27 provinsi itu mulai ada penurunan tapi kurvanya masih flat atau belum turun, sehingga diputuskan untuk diperpanjang dua minggu, sehingga akan dilanjutkan dari 26 Januari hingga 8 Februari,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Press Briefing terkait Program 3T, Gerakann Donor Plasma, UMKM Digital, serta Bantuan dan Solidaritas, Kamis (21/1).

Selain memperpanjang masa PPKM, pemerintah juga akan memperpanjang pembatasan bagi warga negara asing (WNA) dalam rentang waktu yang sama. “Pembatasan ini termasuk juga untuk pembatasan WNA se-Indonesia,”kata dia.

Airlangga juga mengatakan, pemerintah akan terus melakukan testing seiring masih rendahnya angka testing saat ini. “Testing ini terus dilakukan. Selain itu pemerintah menyediakan alat-alat seperti genose. “Kita melihat dari data secara mingguan, pada periode 6-16 Januari itu 288.137 orang, standard WHO adalah 10% per 1.000 orang. Sehingga, tentu minimalnya Indonesia sudah mencapai 107,69% dari apa yang dipersyaratkan WHO,”papar dia.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN