Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Airlangga Hartarto. Sumber: BSTV

Airlangga Hartarto. Sumber: BSTV

Pemerintah akan Terbitkan Permenkes Vaksin Gotong Royong

Rabu, 3 Februari 2021 | 16:47 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA, investor.id   – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sekaligus Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akan menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang Vaksin Gotong Royong.

“Kemudian terkait dengan vaksin Gotong Royong, Pak Menkes akan membuat Permenkesnya,” kata Airlangga Hartarto seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Jokowi di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Penerbitan Permenkes ini dilakukan, lanjut Airlangga, karena ada arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 bisa lebih ditingkatkan lagi, baik dari segi volume maupun dari segi waktu pelaksanaannya. Sehingga herd immunity atau kekebalan kelompok dapat tercapai.

“Presiden mendorong agar vaksinasi bisa ditingkatkan baik dari segi volume maupun segi waktu, agar herd immunity bisa segera terbentuk,” ujar Airlangga Hartarto.

Dalam Permenkes tersebut, kata Airlangga, akan dijelaskan mengenai testing Covid-19, yakni akan memasukan rapid test antigen sebagai screening awal. Karena pemerintah tahu, rapid test antigen dari segi biaya lebih rendah dibandingkan tes swab PCR.

“Di dalam Permenkes itu juga terkait dengan testing. Itu memasukkan rapid antigen. Jadi rapid antigen akan dimasukkan dalam Permenkes, agar ini digunakan untuk skrining. Karena kita tahu rapid antigen dari segi biaya lebih rendah dibanding PCR. Karena itu bisa digunakan sebagai skrining awal,” terang Airlangga Hartarto.

Selain itu, Airlangga mengungkapkan Presiden juga meminta pelaksanaan vaksinasi dengan pertimbangan berbasis data dan daerah, seperti zona padat, wilayah densitas tinggi, wilayah yang mobilitas tinggi dan interaksi yang tinggi.

“Itu menjadi pertimbangan. Juga terkait kegiatan-kegiatan daripada sentra perekonomian. Tadi disampaikan, tentu Pak Menkes akan meningkatkan mereka yang akan direncanakan akan divaksinasi, sehingga dalam satu tahun herd immunity ini bisa tercapai,” tutur Airlangga Hartarto.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN