Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Senin, 6 Desember 2021.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Senin, 6 Desember 2021.

Pemerintah Genjot Vaksinasi Masyarakat Rentan untuk Antisipasi Varian Omicron

Senin, 6 Desember 2021 | 23:43 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah akan mempercepat  vaksinasi untuk masyarakat rentan. Dalam hal ini vaksinasi dipercepat untuk penduduk usia lanjut dan anak-anak (6 sampai 12 tahun. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran dari virus Covid-19 varian Omicron.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah akan terus mengevaluasi dan memonitor perkembangan varian Omicron yang telah terdeteksi di 45 negara. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) juga telah meminta adanya genome sequencing, membatasi kegiatan masyarakat, dan menyegerakan pelaksanaan vaksin untuk masyarakat rentan.

“Dalam hal ini karena yang banyak juga terdampak adalah anak-anak, maka vaksinasi anak-anak perlu untuk terus didorong,” ujar Airlangga dalam konferensi pers setelah Rapat Terbatas di Istana Negara pada Senin (6/12).

Presiden Joko Widodo meminta agar pelaksanaan vaksinasi booster terus dipersiapkan sehingga pada bulan Januari mendatang dapat dilakukan penyuntikan. Pelaksanaan vaksinasi booster tersebut akan diatur dalam peraturan Menteri Kesehatan.

“Jadi kami sedang akan memfinalkan terkait dengan vaksin berbasis PBI (Penerima Bantuan Iuran) dan juga vaksin non-PBI,” ucap Airlangga .

Mengenai persiapan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Presiden meminta agar berbagai kegiatan diikuti maksimal 50 orang. Kebijakan pembatasan kegiatan saat Nataru akan disesuaikan dengan imbauan dari WHO dan dituangkan dalam instruksi Menteri Dalam Negeri.

“Namun kegiatan-kegiatannya akan dirinci. Jadi kegiatan maksimal di mal, kemudian untuk restoran maksimal 75% dan di berbagai kegiatan 75%. Namun ada pembatasan jumlahnya yang dimaksimalkan menjadi 50 orang dan yang traveling itu mereka yang sudah divaksin,” kata Airlangga.

Dari sisi perekonomian, hingga 3 Desember 2021 realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah mencapai 68,6% dari total pagu yang dianggarkan. Menko Perekonomian menyebut realisasi ini meningkat jika dibandingkan dengan realisasi pada kuartal ketiga.

Realisasi di klaster kesehatan Rp140,52 triliun atau 65,4%, di sektor perlindungan sosial Rp 142,63 triliun atau 76,4%, program prioritas Rp 80,68 triliun atau 68,4%, UMKM Rp 85,50 triliun atau 51%.

Terbanyak masih dari sektor korporasi yang sedang disiapkan PP-nya, sedangkan yang UMKM relatif sudah terlaksana. Kemudian insentif usaha sudah Rp 63,84 triliun atau 101% untuk testing, tracing Rp3,11 triliun atau 69%.

"Untuk teraupetik insentif santunan nakes sudah 80%, vaksinasi 28,77% , Rp77 triliun, dan perlinsos sudah Rp142,63 triliun,” pungkas Airlangga.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN