Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno

Pengamat: Akan Terbentuk 3 Poros Kekuatan Parpol dalam Pilpres 2024

Minggu, 30 Mei 2021 | 05:26 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA, investor.id  - Pengamat politik Adi Prayitno memprediksi akan ada 3 poros kekuatan partai politik dalam pertarungan pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

"Kalau dilihat dari kekuatan 8 partai, kemungkinan besar akan terbentuk 3 poros partai politik," kata Adi Prayitno kepada beritasatu com, Sabtu (29/5/2021).

Poros partai pertama, lanjut Adi, adalah poros PDI Perjuangan dengan Gerindra. Kedua partai politik ini sudah bisa mengajukan sendiri pasangan calon presiden dan wakil presidennya. Mengingat perolehan kursi pada pemilu 2019 sangat besar.

"Saya sendiri menduga, mungkin PDI Perjuangan dan Gerindra akan mengajukan Prabowo Subianto dan Puan Maharani," ujar Adi Prayitno.

Poros kedua, Adi memprediksi akan terbentuk kekuatan dua partai politik, yaitu Golkar dan PKB. Dan biasanya, ada dua partai tersebut, maka kemungkinan PPP akan bergabung.

"Kemungkinannya yang diajukan Golkar dan PKB adalah Airlangga Hartarto yang Ketua Umum (Ketum) Golkar dan Muhaimin Iskandar (Ketum) PKB. Nah ada dua partai itu, biasanya kemungkinan PPP akan bergabung. Karena Ketum mereka punya potensi maju kan," terang Adi Prayitno.

Ketum PPP adalah Suharso Monoarfa sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional di Kabinet Indonesia Maju dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Lalu poros ketiga, Adi memperkirakan akan terbentuk dari tiga kekuatan partai yaitu PKS, Demokrat dan Nasdem.

"Poros ketiga yang saya baca adalah PKS, Demokrat dan bisa saja Nasdem. Dan biasa PAN bergabung, karena PAN  punya kedekatan politik dengan Nasdem. Meski dengan partai lain juga dekat, tapi dilihat kecenderungan rata-ratanya begitu. Bahkan PAN bisa kemana saja, misalnya PDI Perjuangan. Begitu pun dengan Gerindra," jelas Adi Prayitno.

Namun, Adi menegaskan semuanya itu masih prediksi saja. Kemungkinan bisa saja berubah sesuai dengan kekuatan partai politik peserta pemilu.

"Dilihat dari rumusan porosnya kita kan menduga-duga sekarang. Ya jadi prediksinya ada 3 poros itu, kalau kita melihat kekuatan partai politik yang ada," ungkap Adi Prayitno.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN