Menu
Sign in
@ Contact
Search
Peringatan 77 tahun Indonesia di Kedutaan Besar RI, Lisbon, Portugal. (IST)

Peringatan 77 tahun Indonesia di Kedutaan Besar RI, Lisbon, Portugal. (IST)

Peringati 77 Tahun RI di Lisbon, Menkominfo Ungkap Sejarah Hubungan Bilateral dengan Portugal

Minggu, 25 September 2022 | 13:15 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Warga Negara Indonesia dan Portugal memiliki hubungan yang erat meski dipisahkan daratan dan lautan luas. Jalinan sejarah hubungan kedua negara telah dimulai sejak Portugal mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia yang diikuti dengan pembukaan Kantor Perwakilan Portugal di Jakarta pada 13 Mei 1950.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, dari tahun ke tahun, hubungan bilateral kedua negara makin produktif.  Bahkan, di tingkat pertemuan Menteri Luar Negeri dan Senior Official Meeting tahun 2010, Portugal dan Indonesia telah membentuk forum konsultasi bilateral dalam forum Persatuan Bangsa Bangsa. 

“Babak baru hubungan bilateral Indonesia-Portugal dibuka kembali pada 1999. Sejak saat itu, hubungan bilateral kedua negara menjadi produktif,” ungkap Johnny, dalam acara Diplomatic Reception ‘Strengthening Indonesia-Portugal Relations’. To Commemorate the 77th Anniversary of The Independence of The Republic of Indonesia di Kedutaan Besar RI untuk Portugal di Lisbon, Portugal, Jumat (23/9/2022) sore. 

Baca juga: Portugal Ingin Tingkatkan Kerja Sama Politik, Kebudayaan, dan Ekonomi

Menurut dia, sejarah hubungan Indonesia dan Portugal dapat ditelusuri dari kisah Penjelajah Portugis, Alfonso de Albuquerque, yang tiba di Kepulauan Nusantara untuk mencari rempah-rempah tahun 1511.

Sejak saat itu, banyak peninggalan budaya Portugis yang dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas keseharian masyarakat Indonesia“Seperti dalam bahasa, musik, praktik keagamaan, dan arsitektur sejarah. Ini merupakan aset penting bagi hubungan bilateral Indonesia-Portugal di masa depan,” tuturnya.

Menkominfo menyebutkan, Portugal terkenal di Indonesia karena negara yang terletak di Eropa bagian barat itu memiliki berbagai klub sepak bola dengan banyak prestasi di kancah internasional, seperti FC Porto, Benfica, dan Sporting Lisbon.

“Portugal juga memiliki pemain sepak bola kelas dunia, seperti Cristiano Ronaldo, Luis Figo, Pepe, Deco, Ricardo Carvalho, dan Eusebio. Semuanya memiliki bakat luar biasa.  Mereka sangat terkenal di Indonesia pada zaman dan generasinya,” ujar Menkominfo. 

Sementara itu, dalam bidang keagamaan, Johnny menyampaikan,  di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pulau tempat ia dilahirkan, masyarakat setempat telah mengadakan tradisi keagamaan Semana Santa selama 500 tahun terakhir, yang identik dengan tradisi Portugis.

“Sebagai tradisi tahunan yang digelar menjelang perayaan Paskah, Semana Santa menjadi momentum penting bagi masyarakat Larantuka untuk berkumpul dan menjadi salah satu destinasi wisata religi penting di Indonesia,” tuturnya.

Tak hanya itu, Menkominfo mengungkapkan, di daerah itu juga banyak ditemukan nama keluarga Portugis, seperti Da Gama, Da Silva, Da Gomez, Da Cunha, Da Lopez, Da Costa, Da Rato, Fernandez, Carwayu (Carvalho), dan Rodriquez. 

“Kita juga dapat dengan mudah menemukan nama keluarga Portugis. Belum lagi, nama keluarga saya dari pihak ibu yaitu Parera, dan nama panggilan lainnya, yaitu Don, Ximenes, Soares, Alvares, Tavares, Pedro, Jasinta, Maria, Jose, dan lain sebagainya, khususnya di Flores dan Kepulauan Timor,” jelasnya.

Sister City

Johnny juga menyampaikan, upaya membina hubungan sosial budaya antara Indonesia dan Portugal terus dilakukan melalui penandatanganan kerja sama Kota Kembar (Sister City) antara Larantuka, Kabupaten Flores Timur dan Fatima, Distrik Ourem pada Mei 2012. 

“Sebelumnya telah terjalin kerja sama Sister City antara Kabupaten Sikka, Flores dan Lagos Algarve City melalui penandatanganan letter of intent di Lagos pada 22 Mei 2007,” ujarnya.

Menkominfo menilai, upaya memperkuat kerja sama Kota Kembar sangat penting mengingat ikatan sejarah yang erat, terbentuk sejak kepergian pelaut Portugis dari Indonesia 500 tahun yang lalu. 

“Dalam konteks ini, saya berharap ke depan dapat terjalin kerja sama Kota Kembar baru, antara Labuan Bajo, salah satu destinasi wisata prioritas Indonesia di Pulau Flores, dengan salah satu kota di Portugal, misalnya Porto, Evora, atau Braga,” tuturnya. 

Baca juga: Menkominfo Berharap WNI Melangkah Maju Menuju Masa Depan Digital

Johnny meyakini, upaya itu dapat terwujud di bawah kepemimpinan Duta Besar Republik Indonesia untuk Portugal HE Rudy Alfonso dan Duta Besar Portugal untuk Indonesia HE Maria João Falcao Poppe Lopes Cardoso.

“Merupakan cita-cita dan harapan saya yang setinggi-tingginya agar Indonesia dan Portugal, baik pemerintah maupun rakyatnya dapat menjaga hubungan erat di masa mendatang. Obrigado, dan marilah kita terus menikmati acara yang luar biasa pada malam ini,” ungkapnya.

Dalam peringatan itu, hadir Ketua Mahkamah Konstitusi Portugal João Pedro Barrosa Caupers, Menteri Bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tertinggi Elvira Beruntung, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Portugal Rudy Alfonso sebagai tuan rumah.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com