Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi dan Prabowo makan siang bersama di salah satu resto di Mall :FX Sudirman, Jakarta, 2019. Foto: BeritasatuPhoto/Joanito De Saojoao

Presiden Jokowi dan Prabowo makan siang bersama di salah satu resto di Mall :FX Sudirman, Jakarta, 2019. Foto: BeritasatuPhoto/Joanito De Saojoao

Pilpres 2024 Berpotensi Munculkan 3 Skenario Ini

Sabtu, 8 Mei 2021 | 19:02 WIB
Markus Junianto Sihaloho

JAKARTA, investor.id  - Direktur Eksekutif Indo Barometer M.Qodari menilai kemungkinan akan ada tiga skenario Pilpres 2024 bila ditilik dari peta partai politik saat ini.

Skenario pertama, Jokowi-Prabowo berpasangan melawan kotak kosong. Hal ini akan terjadi apabila wacana amendemen masa jabatan presiden bisa tiga periode berhasil.

"Kalau ini terjadi maka kemudian akan melawan kotak kosong, yang tidak bergabung ya misalkan Demokrat, PKS, itu kursinya cuma 18%  saja. Apalagi kalau nanti PKS ikut mendukung makin kuat lagi nih Jokowi-Prabowo, Demokrat tinggal sendirian," kata Qodari dalam diskusi virtual oleh Universitas Mercu Buana, Sabtu (8/5/2021).

Skenario kedua, Prabowo vs Anies Baswedan. Qodari mengaku melihat peluang ini besar karena Prabowo tinggal menambah satu partai menengah saja untuk bisa maju di pilpres. Dia menilai Anies berpeluang besar karena selalu masuk tiga besar bakal capres berdasarkan riset lembaga survei. Publikasi media terhadapnya juga tinggi.

Skenario ketiga adalah Prabowo vs Anies vs Ganjar Pranowo. Qodari mengaku peluang ini ada, namun harus menghadapi hal berat. Sebab Ganjar, demikian halnya Ridwan Kamil, muncul ke publik karena publikasi kinerjanya terkait pandemi covid.

Jika vaksinasi berhasil dan pandemi menurun, maka publikasi tentang Ganjar akan menurun.

"Di luar bahwa PDIP kelihatannya belum ke Ganjar juga," kata Qodari.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN