Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Polda Metro Jaya Ungkap SPBU tak Sesuai Takaran

Kamis, 20 Januari 2011 | 18:44 WIB
Antara

JAKARTA-Anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengungkap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tidak sesuai takaran. SPBU yang mengisi BBM tidak sesuai takaran itu di temukan di jalan Raya Hankam Pondok Melati No.31 Pondok Gede, Bekasi, Selasa (18/1) siang.

"Pemilik SPBU sebagai otak pelaku," kata Kepala Satuan Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Eko Saputra di Jakarta, Kamis.

Eko menyatakan, penyidik mengamankan pemilik SPBU salah satu perusahaan bahan bakar minyak (BBM) bernama Kusnaedi dan Sailan, serta Pasir Ahmadi yang berperan sebagai pengawas.

Sedangkan lima pegawai lainnya masih berstatus sebagai saksi terkait dugaan pengurangan takaran BBM pada SPBU 34-17405 tersebut.

Eko menyebutkan tersangka, Kusnaedi menyuruh karyawan teknisi, Teguh mengganti alat pemutar berbentuk gir berbahan plastik pada mesin pompa penarik BBM.

Alat tersebut digantikan dengan gir berbahan besi dan pen kawat pompa dispenser untuk BBM jenis premium dan pertamax.

Kusnaedi memasang alat pen kawat itu dengan tujuan mempercepat gir saat terjadi pengisian BBM pada kendaraan pelanggan sehingga nominal harga tidak sesuai dengan bahan bakar yang sudah dikeluarkan.

Eko menyatakan Kusnaedi sudah mengoperasikan SPBU sekitar tiga tahun dan memasang alat pengurangan BBM selama setahun.

Penyidik menemukan dugaan kasus pengurangan takaran BBM itu, berdasarkan laporan masyarakat yang merasa dirugikan pengelola SPBU tersebut.

Penyidik juga melakukan uji takaran BBM jenis premium sebanyak 20 liter dan pertamax mencapai 20 liter, namun hasilnya tidak sesuai dengan mesin pencatat.

Berdasarkan uji sampel mesin pengisian pertamax (noozle) I hanya mencapai 800 mililiter, noozle II pertamax (940 mililiter), noozle I premium (940 mililiter) dan noozle II premium (530 mililiter), padahal seharusnya satu noozle mencapai satu liter. (ant/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN