Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekolah melakukan persiapan jelang dibukanya pembelajaran tatap di SMK PB Soedirman 2, Jakarta Timur, Selasa (6/4/2021). Foto ilustrasi:  BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Sekolah melakukan persiapan jelang dibukanya pembelajaran tatap di SMK PB Soedirman 2, Jakarta Timur, Selasa (6/4/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Positivity Rate DKI Masih Tinggi, Wajar Sedikit Ortu Izinkan Anak PTM

Sabtu, 10 April 2021 | 14:01 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id   – Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan laporan bahwa hanya sedikit orangtua (ortu) yang mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka adalah suatu hal wajar. Pasalnya, Provinsi DKI Jakarta masih memiliki angka positivity rate Covid-19 yang tinggi yaitu lebih dari 10%.

“Fakta tersebut bukan hal mencengangkan. Saya adalah guru di SMA swasta Jakarta Timur. Mayoritas, bahkan 90% orangtua tidak mengizinkan anaknya untuk masuk pembelajaran tatap muka,” kata Satriwan saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (9/4/2021).

Satriwan mengatakan sekolah tatap muka di DKI Jakarta masih berisiko tinggi sehingga pemerintah provinsi (pemprov) mau tidak mau harus mampu menyiapkan sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan. Berdasarkan pemantauan P2G, masih banyak kepala sekolah di DKI Jakarta yang belum mengisi daftar periksa mengenai kesiapan PTM.

“Ini menjadi tantangan bagi dinas pendidikan dan dinas kesehatan Pemprov DKI secara umum bahwa orangtua di Jakarta ini sebenarnya sebagian besar tidak mengizinkan anak-anaknya untuk pembelajaran tatap muka,” kata Satriwan.

Satriwan juga mengingatkan vaksinasi kepada guru/pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di DKI Jakarta berjalan lambat khususnya kepada para guru swasta. Faktor vaksinasi guru ikut menjadi pertimbangan izin orangtua.

“Ini menjadi tanda bahwa Pemprov DKI jangan terlalu ambisius untuk memperluas uji coba sekolah tatap muka. Kalau sekarang 85 sekolah, itu jumlah yang representatif,” kata Satriwan.

Menurut Satriwan, uji coba terbatas sekolah tatap muka di DKI Jakarta harus dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari anak berangkat ke sekolah, proses pembelajaran, sampai anak pulang ke rumah. Semua unsur itu harus tergambar dalam evaluasi nantinya sebagai pertimbangan bagi orangtua untuk memberikan izin anaknya mengikuti sekolah tatap muka.

Di sisi lain, Satriwan meminta sekolah memberikan informasi yang utuh, jujur, dan komprehensif kepada orangtua terkait kesiapan sekolah, mulai dari prosedur operasional standar (SOP) sampai perkembangan vaksinasi guru/PTK. Dia menambahkan sekolah jangan hanya menyodorkan surat persetujuan berisi pilihan setuju/tidak setuju untuk mengizinkan siswa mengikuti sekolah tatap muka.

“Semua data informasi mesti disampaikan pada orang tua siswa sehingga orang tua betul-betul memperoleh informasi yang utuh (well informed) dari sekolah dan memutuskan dengan penuh pertimbangan,” ujarnya.

Satriwan juga mendesak kepala sekolah dan yayasan agar segera mengalokasikan serta membelanjakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk memenuhi daftar periksa sarana prasarana pendukung protokol kesehatan.

Wagub DKI Jakarta AhmadRiza Patria (Ariza). Sumber: BSTV
Wagub DKI Jakarta AhmadRiza Patria (Ariza). Sumber: BSTV

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan baru 20%-30% orangtua yang mengizinkan anaknya mengikuti sekolah tatap muka.

Oleh karena itu, Riza mengatakan Pemprov DKI akan gencar melakukan sosialisasi kepada orangtua terkait sekolah tatap muka sehingga diharapkan orangtua tidak khawatir dan mau mengizinkan anak-anaknya sekolah tatap muka secara terbatas.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN