Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Data Kematian Covid-19 s/d 6 September 2021

Data Kematian Covid-19 s/d 6 September 2021

Positivity Rate Menurun, Wamenkes:  Tracing Terus Ditingkatkan

Selasa, 7 September 2021 | 09:27 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, Investor.id – Positivity rate Covid-19 Indonesia tren turun, saat ini 6,97% atau mendekati rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) kurang dari 5%. Positivity rate adalah perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan.

Meski angka positivity rate menurun, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pemerintah akan terus meningkatkan tracing. Saat ini tracing Indonesia sudah mencapai 7,98%. “Tracing ini bisa mencapai sekitar 10.  Yaitu 1 kontak konfirmasi per tracing yang dilakukan,” kata Dante  saat memberi keterangan pers terkait  “Update Penanganan Pandemi Covid-19”, Senin (6/9/2021).

Dante menyebutkan, tracing perlu ditingkatkan karena penurunan positivity rate masih belum merata, yakni  beberapa daerah sudah ada  mengalami penurunan dengan capaian persentase baik dan ada yang belum.

“Untuk daerah-daerah yang tinggi diharapkan untuk melakukan kegiatan tracing lebih optimal.  Ketika kasus sudah mulai ringan seperti sekarang ini, sehingga kita  menghindari dari lonjakan kasus berikut yang mungkin lebih berat,” ucapnya.

 Selanjutnya, Dante mengatakan, penurunan kasus Covid-19 berdampak pada  bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit semakin menurun.

 Untuk itu, dalam melakukan ketahanan medis, Dante mengatakan,  penurunan kasus ini menjadi saatnya tepat rumah sakit untuk berbenah diri memperbaiki kualitas  rumah sakit,  yakni mengefisiensikan kembali prokes penanganan pasien secara maksimal dan mengevaluasi pengobatan Covid-19 secara baik.

“Ke depannya  kalau kita menangani kasus-kasus  yang berat, kita akan mendapatkan  protokol yang lebih baik. Ketersediaan obat secara nasional sampai saat ini  sudah mencukupi dan pemerintah daerah sudah melakukan pembelian obat melalui APBD,” ucapnya.

 Dante berharap, ketersediaan obat dapat dipantau secara online atau dalam jaringan. Pasalnya, berdasarkan hasil evaluasi  ketersediaan obat secara nasional  sudah mencukup.

 Selain obat, ketahanan secara medis  harus diperhatikan adalah  oksigen. Pasalnya, pada saat eskalasi mengalami kekurangan oksigen. Kebutuhan oksigen  rata-rata ketika belum terjadi pandemi  sekitar 400 ton per hari, sedangkan ketika eskalasi mencapai 2.725 ton  per hari. Sementara  kapasitas produksi oksigen skala nasional  hanya 1.700 ton per hari.

Pemerintah telah memasang oksigen generator di seluruh provinsi di Indonesia. Saat ini sudah terpasang 133  generator oksigen  dan 50 lainnya akan terpasang di akhir tahun ini, sehingga semua provinsi di Indonesia akan mempunyai oksigen generator.

Editor : Totok Subagyo (totok_hs@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN