Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
FGD Industri Kreatif & Digital

FGD Industri Kreatif & Digital

JELANG SEMINAR NASIONAL,

PPRA LXII Lemhannas Gelar FGD Pemulihan Ekonomi Nasional

Jumat, 23 Juli 2021 | 13:16 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -PPRA LXII Lemhannas RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) road to Seminar Nasional Lemhannas RI secara daring (virtual) di Kantor Lemhannas RI, Kamis (22/7/2021). Kegiatan ini merupakan FGD penutup untuk menyongsong penyelenggaraan Seminar Nasional Program Pendidikan Reguler AngkatanPPRA LXII Lemhannas pada 25 Agustus, mendatang.

Dengan mengangkat tema “Mendorong Percepatan Komodifikasi Hasil Modal Budaya Sebagai Kekuatan Pemulihan Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi’’, FGD road to Seminar Nasional Lemhannas RI ini, akan memfokuskan pada faktor-faktor yang akan mendorong percepatan komodifikasi hasil modal budaya sebagai kekuatan nasional dalam pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Fokus pembahasan dari masing-masing Kementerian dan kelembagaan terkait atas program dan kebijakan yang telah dan akan di ambil berhubungan dengan hasil modal budaya yang telah di fokuskan dalam FGD sebelumnya untuk dapat di kembangkan secara luas oleh masyarakat Indonesia yang akan menjadi faktor pendorong pemulihan ekonomi nasional dimasa pandemi saat ini.

Ketua Seminar PPRA LXII , Kolonel Pnb Aldrin P Mongan mengatakan, FGD road to Seminar Nasional Lemhannas RI digelar untuk menyempurnakan naskah Seminar PPRA LXII sebagai bahan naskah yang direkomendasikan kepada Pemerintah, khususnya Presiden Republik Indonesia dalam menyiapkan berbagai langkah alternatif dalam kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digali dari modal sosial dan budaya.

“Pada pagi ini kita mengikuti FGD road to Seminar Nasional Lemhannas RI, yang dimana sebelumnya sudah kita laksanakan FGD I pada tanggal 28 mei, FGD II pada tanggal 11 juni, dan FGD III pada 13 Juli, kemarin," kata Kolonel Pnb Aldrin dalam pembukaan FGD road to Seminar Nasional Lemhannas yang berlangsung secara virtual, Kamis (22/7)

Hasil FGD 1 yang berlangsung tanggal 28 Mei 2021, menyatakan bahwa ‘’Modal Budaya adalah emasnya Indonesia di masa mendatang yang dapat dikembangkan dan membantu pemulihan perekonomian nasional.

Sementara hasil FGD kedua, yang fokus pada penguatan naskah seminar terutama yang berhubungan dengan ekosistem yang mendukung modal budaya yang sudah dihasilkan seperti yang sudah dibahas pada FGD 1.

Kemudian pada FGD ketiga, PPRA LXII  fokus membahas diplomasi produk kreatif dan kuliner serta pengembangan rempah asli Indonesia sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional.

Sementara itu, Deputi Pendidikan Lemhannas, Mayjend TNI Sugeng Santoso menyampaikan, hasil kajian seminar nantinya akan dijadikan sebagai bahan masukan kepada pemerintah dan instansi yang terkait dengan alternatif dan strategi menghadapi berbagai permasalahan dan penanganan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

"Para peserta diharapkan dapat menjaga berbagai informasi data dan fakta yang aktual, serta mampu menerima saran dan masukan dari para narasumber, sehingga dapat merumuskan dan merekomendasikan proses kebijakan tentang kekuatan modal sosial budaya yang telah ada di masyarakat menjadi sebuah kekuatan untuk menumbuhkan semangat gotong royong,"ungkap Mayjend Sugeng.

Sugeng juga menambahkan, bahwa dengan adanya PPKM yang telah menjadi kebijakan pemerintah untuk menekan laju covid-19, telah menyebabkan sebagian aktivitas terbatas bahkan terhenti dan berdampak terhadap aktivitas perekonomin nasional.

“Seluruh peserta PPRA LXII yang merupakan calon pimpinan tingkat nasional yang nantinya menjadi perumus dan penentu kebijakan, diharapkan untuk terus berperan aktif dalam memberikan sumbangan pemikiran yang kreatif dan inovatif untuk menangani permasalahan bangsa Indonesia saat ini,” ujar Sugeng.

Kinerja Ekspor

Sementara itu, Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor Kemendag RI, Marolop Nainggolan mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, terhitung pada bulan Juli 2020 nilai ekspor sektor non migas Indonesia naik sebesar US$ 163,30 miliar dan surplus perdagangan naik US$ 21 miliar di tahun 2021. "Ini pertumbuhan ekspor terbesar sejak tahun 2011,” kata Marolop.

Produk ekspor tertinggi dari sektor non migas tersebut, lanjut Marolop, meliputi kopi, teh dan rempah yang pertumbuhannya tak lebih dari 56%. Sementara, Kapulaga meningkat 132% diikuti kayu manis dan vanila. “Kami mengekspor rempah terbesar di negara  China, India, Arab, dan Bangladesh,”lanjutnya.

Tak hanya rempah, kelapa juga menjadi penyumbang ekspor terbesar di tahun 2020 dengan jumlah ekspor mencapai US$ 36 miliar pada perioda Januari hingga Mei. Kelapa di ekspor ke 5 negara diantaranya, USA, Srilanka, Tiongkok, Belanda, Malaysia  dan Thailand.

Ditjen Industri Agro Kemenperin RI,  Putu Juli Ardika juga mengungkapkan, sejumlah industri tertentu diijinkan beroperasi selama Pandemi Covid-19. Industri tersebut meliputi, industri makanan, kritikal, essensial, dan indutri yang tujuannya ekspor.

 “Industri di masa pandemi diijinkan beroperasi. Ada namanya ijin operasi dan mobilisasi kegiatan industri. Kebijakan ini  tentunya  cukup bagus, karena nilai ekspor kita bisa bertahan atau bahkan ditingkatkan,” ungkap Putu.

Tak hanya itu, aturan itu juga membantu kapasitas industri dan keluhan pangan masyarakat di masa pandemi. Namun, untuk menetapkan aturan tersebut,  Pemerintah harus melakukan sejumlah hal, seperti memikirkan bagaimana dampaknya untuk kesehatan, bagaimana menjaga daya beli masyarakat, dan bagaimana menjaga ketahanan industri dan menyiapkan industri pasca Covid-19.

“Salah satu kebijakan pemerintah demi meringankan sejumlah industri di tengah Covid-19 yakni, memberikan kebijakan dengan menurunka  tarif pph  badan dan pph 21 ditanggung pemerintah,” terangnya. 

Kegiatan ini dilaksanakan oleh kepanitiaan yang melibatkan keseluruhan peserta PPRA LXII yang berjumlah 80 peserta yang terdiri dari berbagai instansi  yaitu TNI, Polri, Lembaga Negara dan Kementerian, BUMN, Parpol, serta Pengusaha.

Selain itu perwakilan Pemerintah Daerah juga turut diundang untuk meramaikan kegiatan ini. FGD yang berlangsung sekitar 5 jam, dimulai pada pukul 08:00 WIB dan berakhir pada pukul 13:00 WIB telah mendapatkan animo peserta yang tinggi, terbukti dari banyaknya pertanyaan maupun saran yang telah disampaikan dari masing-masing peserta.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN