Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) Hadiri Rakernas PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) Hadiri Rakernas PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022)

Presiden: Bangun Ketahanan Pangan Sesuai Karakteristik Daerah

Selasa, 21 Juni 2022 | 14:50 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para kepala daerah untuk membangun ketahanan pangan nasional sesuai karakteristik daerah. Contohnya, di Nusa Tenggara Timur (NTT) masyarakat mengembangkan tanaman porang dan di Tanah Papua sangat cocok untuk tanaman sagu.

“Kedaulatan pangan, ketahanan pangan betul-betul harus menjadi konsentrasi kita, fokus kita ke depan. Dan, setiap daerah harus memiliki keunggulan pangan masing-masing sesuai dengan karakteristik tanahnya dan kondisi masyarakatnya dan sesuai dengan tradisi makan warganya,” kata Presiden Jokowi pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022).

Advertisement

Kepala Negara mengatakan, sagu adalah komoditas yang cocok ditanam di tanah Papua sekaligus menjadi makanan pokok masyarakat di daerah itu. Oleh karena itu, penanaman tanaman sagu harus terus dipertahankan dan tidak dialihkan ke komoditas lainnya yang tidak sesuai dengan karakteristik tanah dan masyarakat Papua.

Baca juga: Bangun Kemandirian Pangan, Jokowi: Jangan Paksa Daerah Keluar dari Kekuatannya

“Jangan kita paksa untuk keluar dari kekuatannya, dari karakternya,” kata Presiden Jokowi.

Tak hanya itu, sagu dan porang juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor Indonesia. Komoditas ini banyak diminati oleh negara lain karena dinilai lebih menyehatkan.

“Sagu itu justru makanan yang paling sehat karena gluten free. Ini nanti yang akan dikejar oleh negara-negara lain, hal-hal yang seperti ini yang kita sering lupa. Termasuk porang, kenapa dikejar? Karena di situ juga sangat rendah gulanya, makanan yang sangat sehat,” ujarnya.

Selain itu, kata Presiden Jokowi, penanaman sorgum secara besar-besaran akan dilakukan di Nusa Tenggara Timur. Tanaman ini dinilai cocok dengan karakteristik wilayah serta akan menjadi kekuatan NTT di sektor pangan. Penanaman sorgum ini telah diujicobakan di lahan seluas 40 hektare di Waingapu.

Baca juga: Pemerintah Targetkan Penyusunan Draf RUU Perkoperasian Rampung Oktober 2022

“Tanpa air yang banyak sorgum di NTT terlihat tumbuh sangat subur dan tumbuh sangat hijau. Ternyata sebelumnya memang warga di NTT itu nanem-nya sorgum atau cantel tapi bergeser ke beras,” ujarnya.

Ia menambahkan, sorgum dapat menjadi alternatif komoditas gandum yang saat ini harganya melonjak terdampak dari konflik Ukraina dan Rusia. Impor gandum Indonesia saat ini mencapai 11 juta ton.

“Sorgum bisa menjadi alternatif pengganti gandum yang harganya saat ini sedang melambung sangat tinggi dan kita tergantung impor dari luar,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengapresiasi upaya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang terus mengembangkan riset di bidang pangan.

“Saya berterima kasih kepada Ibu Mega (Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri), BRIN sekarang diarahkan kepada riset, penelitian hal-hal yang berkaitan dengan pangan. Arahnya ke depan benar, benar memang harus ke sana,” kata Presiden Jokowi.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN