Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Jokowi. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Indikasikan Kenaikan Kasus Positif di Daerah

Kamis, 29 April 2021 | 11:36 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengindikasikan adanya kenaikan cukup signifikan kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah di Tanah Air. Pemerintah daerah diharapkan bersikap hati-hati dan mewaspadai terjadinya lonjakan kasus positif menjelang libur panjang Idul Fitri.

"Hati-hati dengan yang namanya libur panjang. Kita akan libur panjang di Idul Fitri. Ingat tahun lalu, ada empat libur panjang yang kenaikannya sangat melompat," kata Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah Se Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4).

Presiden Jokowi menyebutkan, pada libur panjang Idul Fitri tahun lalu, terjadi kenaikan kasus positif hingga 93%. Selanjutnya, pada libur Agustus 2021 kenaikan kasus positif mencapai 119%, libur panjang Oktober kembali terjadi kenaikan hingga 95%, dan pada libur tahun baru kenaikannya sebesar 78%.

"Oleh sebab itu, hati-hati. Hati-hati. Libur Paskah dua minggu lalu, naik kurang lebih hampir 2%. Hati-hati," kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi sejumlah daerah yang mulai menunjukkan kenaikan kasus positif adalah Provinsi Sumatera Selatan, Aceh, Lampung, Jambi, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Kepulauan Riau.

"Hati-hati ada kenaikan. Karena grafis dan kurva harian itu selalu kita ikuti. Saya ingat betul. Pada bulan Januari kita pernah mencapai 14.000- 15.000 kasus aktif harian. Dan sekarang kita sudah berada di angka 4.000, 5.000, 6.000. Berhasil kita tekan di bulan Januari 2021," kata Presiden Jokowi.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN