Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Jokowi. (Foto: BPMI Setpres)

Peringatan Hari Penyiaran Nasional Ke-88

Presiden: Keterbukaan Informasi Faktor Penting Penanganan Pandemi

Kamis, 1 April 2021 | 14:45 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Tepat 88 tahun yang lalu, atau pada 1 April 1933, lembaga penyiaran radio pertama milik bangsa Indonesia, Solosche Radio Vereeniging (SRV), berdiri di Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Selanjutnya, melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9 Tahun 2019, pemerintah menetapkan 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas),  untuk memperingati lahirnya lembaga penyiaran yang menjadi awal mula penyiaran di Indonesia.

Pada  Peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-88, yang merupakan peringatan perdana setelah menandatangani Keppres tersebut, Presiden Jokowi  mengingatkan lembaga penyiaran di Indonesia mengenai tuntutan keterbukaan dan kecepatan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

“Saat ini, kita berada pada era keberlimpahan informasi. Setiap orang dapat dengan cepat memperoleh informasi. Setiap orang dapat dengan mudah memproduksi informasi. Setiap orang dapat dengan segera menyebarluaskan informasi. Konsekuensinya, keberlimpahan dan keterbukaan informasi adalah sebuah kebutuhan,” kata Presiden Jokowi, dalam pidato secara daring, Kamis (1/4).

Ia mengatakan, kebutuhan  adanya keterbukaan dan kecepatan informasi tersebut sangat terasa di masa pandemi Covid-19. Sebab, masyarakat mencari informasi mengenai upaya pencegahan penularan virus hingga langkah-langkah pemerintah dalam menangani pandemi.

Keterbukaan informasi jugalah yang menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan penanganan pandemi tersebut.

“Alhamdulillah, dengan informasi yang terbuka, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, serta kerja sama antarsemua pihak, kita bisa segera membuat situasi kondusif dan terukur,” tuturnya.

Pemerintah juga dapat segera mengambil kebijakan yang tepat. Masyarakat pun dapat memahami dan menghadapi pandemi Covid-19 dengan informasi yang baik.

Kepala Negara, pada kesempatan itu, juga menyampaikan  terima kasih kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), lembaga penyiaran, baik di pusat maupun daerah, serta berbagai pihak terkait lainnya yang telah bekerja sama menyajikan informasi akurat dan aktual sejak awal penanganan pandemi Covid-19.

Melalui edukasi untuk berdisiplin menjalankan protokol kesehatan serta menyebarluaskan berbagai kebijakan pemulihan ekonomi, masyarakat memperoleh informasi mengenai bagaimana seharusnya dapat menghadapi situasi pandemi saat ini dengan aman dan tetap produktif.

Tantangan ke Depan

Dikatakan,  tantangan penyiaran dan pengelolaan informasi ke depannya semakin besar. Digitalisasi informasi akan semakin mempermudah masyarakat untuk mengakses informasi yang mana membutuhkan pengawasan secara berimbang.

“Kita harus sama-sama menjaga agar masyarakat bisa memberi informasi yang akurat, berkualitas dan edukatif, meningkatkan literasi informasi kepada masyarakat, serta mengembangkan kanal-kanal baru yang kreatif agar diminati masyarakat untuk memperoleh informasi yang sehat dan akurat,” kata Presiden.

Selain itu, seluruh elemen bangsa harus memiliki semangat untuk bersama membuat dunia penyiaran Indonesia menjadi lebih baik dalam berbagai aspek. Mulai dari aspek konten siaran, industrinya, hingga tumbuh kembang media-media penyiarannya.

Masyarakat pun harus teredukasi, sehingga semakin cerdas dan kritis dalam memilah serta menyikapi informasi yang diterima secara bijak.

“Dengan perbaikan dan penataan ekosistem media penyiaran yang berkelanjutan, saya meyakini industri penyiaran Indonesia akan semakin kuat dan tangguh, semakin diminati masyarakat dengan tampilan dan konten yang semakin berkualitas dan mencerdaskan,” tutur Presiden Jokowi.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN