Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pendiri OK OCE, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam sidang terbuka disertasinya di Universitas Pelita Harapan (UPH) dengan judul The Effect of Entrepreneurial Values and Entrepreneurial Orientation on the Financial Performance and Their Impacts on Future Intention: An Empirical Evidence from Indonesia State - Owned Enterprises, secara virtual, Sabtu (3/10/2020). Foto: Istimewa

Pendiri OK OCE, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam sidang terbuka disertasinya di Universitas Pelita Harapan (UPH) dengan judul The Effect of Entrepreneurial Values and Entrepreneurial Orientation on the Financial Performance and Their Impacts on Future Intention: An Empirical Evidence from Indonesia State - Owned Enterprises, secara virtual, Sabtu (3/10/2020). Foto: Istimewa

RAIH DOKTOR UPH,

Sandiaga: Pemberian PMN-Pemilihan Pimpinan BUMN Perlu Dikoreksi

Sabtu, 3 Oktober 2020 | 23:12 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Pandemi Covid-19 menjadi momentum tepat bagi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan reformasi. Misalnya, dengan melakukan kajian terhadap penambahan modal pemerintah melalui mekanisme Penyertaan Modal Negara (PMN) dan pemilihan para pimpinan di perusahaan BUMN yang dinilai harus dikoreksi.



Pendiri OK OCE, Sandiaga Uno mengatakan, pandemi Covid-19 memberi peluang bagi perbaikan di jajaran BUMN yang menekankan pada semangat kewirausahaan, peningkatan layanan publik, dan kinerja keuangan. Apalagi, BUMN mengambil peran yang sangat sentral dan strategis dalam perekonomian dan pembangunan Indonesia.



"Covid-19 justru memberi peluang bagi kita untuk reformasi BUMN, memberi kesempatan bagi kita untuk tekan tombol reset," ungkap Sandiaga dalam sidang terbuka disertasinya di Universitas Pelita Harapan (UPH) dengan judul The Effect of Entrepreneurial Values and Entrepreneurial Orientation on the Financial Performance and Their Impacts on Future Intention: An Empirical Evidence from Indonesia State-Owned Enterprises, secara virtual, Sabtu (3/10/2020).

Kampus UPH
Kampus UPH

Dalam APBN tahun depan, kata Sandiaga, ada rencana menambah penyertaan modal negara bagi BUMN. "Kontribusi yang bisa kita lakukan adalah mengajak semua pihak, apakah sudah tepat penambahan modal pemerintah, apakah sudah tepat pemilihan CEO dan CFO dan apakah sudah ada dari sisi kewirausahaannya,” jelasnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, atas temuan ini, Menteri BUMN Erick Thohir juga setuju atas isi disertasi ini. Hal itu sesuai dengan apa yang dikatakan Erick Thohir bahwa memimpin BUMN juga diperlukan akhlak, loyalitas dan kerja tim.

"Mendepolitisasi which is like almost impossible tentunya. Banyak para pimpinan BUMN yang ingin memastikan mereka tetap memimpin (perusahaan) BUMN tersebut. Kita juga harus sangat hati-hati dalam memberikan ketersediaan sumber daya karena ada kemungkinan ketersediaan sumber daya jika berlebihan seperti penanaman modal pemerintah dan kredit baik dari bank BUMN dan non-BUMN ternyata dalam studi memiliki dampak negatif terhadap orientasi kewirausahaan dan akan berpotensi mereduksi financial performance dari masing-masing BUMN,” kata Sandiaga.

Pimpinan BUMN, tambahnya, harus fokus pada penciptaan inovasi dan bisa mengantisipasi perubahan, salah satunya dengan menerapkan nilai-nilai kewirausahaan. Kewirausahaan, menurutnya, adalah nilai dasar dalam membentuk inovasi, keberanian mengambil resiko dan sikap proaktif untuk mencari solusi apalagi di tengah resesi.

"Inovasi yang berkelanjutan harus ditopang oleh kebijakan regulasi pemerintah yang memfasilitasi agar para pimpinan BUMN tidak takut mengambil resiko tersebut dan tidak takut dipersekusi. Ada yang mengekang CEO dan CFO, misalnya saja mengambil inovasi dan sukses tidak dihargai. Ambil inovasi dan gagal dipecat dan dituntut secara hukum. Itu ada dibalik rendahnya kinerja. Jawabannya jangan ada dusta diantara kita," tegasnya.

Sandiaga mengatakan, transformasi BUMN perlu dikawal dari segi inovasi dan keberlanjutannya, apalagi dari statistik BUMN 2019 didapatkan bahwa dividen pajak, dan nilai investasi yang sudah dikontribusikan sangatlah signifikan dan fundamental terhadap perekonomian nasional.



Untuk itu, kebijakan BUMN kata dia haruslah memasukkan sebagai inti kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. Bukan hanya sebagai public relation (PR) atau kebijakan pelengkap sebagai tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang bersifat pemanis. Melainkan, harus dimasukkan ke strategi inti agar menjadi nilai yang menonjol.

"Dorongan menghadirkan CSR hanya ditujukan untuk PR, padahal keinginan mereka bisa berdampak dalam triple bottom line, yakni people, planet, dan profit,” ujar Sandiaga. 



Kendati demikian, Sandiaga mengatakan, saat ini sudah ada beberapa perusahaan pelat merah yang menghasilkan inovasinya. Misalnya, di PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk ada MDI Venture yang coba menerobos birokrasi dalam menanamkan inovasi, serta menanamkan investasinya di startup.

"Contoh lain, PT Pertamina (Persero) juga sudah melahirkan inovasi terutama yang berkaitan dengan meningkatkan produktivitas dari ladang migas baru maupun yang sudah masuk lanjut usia, termasuk akuisisi ladang migas di luar negeri. Selain itu, juga ada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang berinovasi dengan meluncurkan BRI Satellite atau dikenal BRIsat," pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Suara Pembaruan

BAGIKAN