Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bertolak ke Vatikan pada 7 Juni 2022 dini hari.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bertolak ke Vatikan pada 7 Juni 2022 dini hari.

Sapa WNI di Vatikan, Menag: Pemerintah Akan Undang Paus Fransiskus ke Indonesia

Rabu, 8 Juni 2022 | 15:15 WIB
Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bertolak ke Vatikan pada 7 Juni 2022 dini hari. Ikut dalam rombongan, Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Katolik Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono dan Staf Khusus Menag Abdul Qodir.

Hari pertama kedatangan, Menag menyapa warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Vatikan dan Roma. Di antara mereka adalah biarawati, pelajar, mahasiswa, serta para pekerja. Acara pertemuan ini diselenggarakan oleh KBRI Vatikan, Selasa (7/6/2022), pukul 19.30 waktu setempat. Pertemuan ini dibuka Duta Besar Indonesia untuk Vatikan, Laurentius Amrih Jinangkung. Hadir juga dalam pertemuan ini, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Advertisement

Baca juga: Presiden Jokowi: Jangan Ada Tanah Terlantar, Tanami Tanaman Pangan

“Tujuan kunjungan kami ke Vatikan mengundang Paus Fransiskus untuk menyapa umat Katolik dan menyaksikan keragaman yang dimiliki Indonesia. Sebelum pandemi Paus berencana datang ke Indonesia tapi batal karena pandemi,” ujar Menag Yaqut dalam keterangan pers tertulisnya, Rabu (8/6/2022).

Gus Yaqut panggilan akrabnya menjelaskan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) telah mencanangkan tahun 2022 sebagai Tahun Toleransi. Pencanangan ini menjadi salah satu wujud komitmen kuat dari pemerintah untuk senantiasa merawat toleransi, baik toleransi sosial, agama, maupun politik. Hal itu, kata Menag, menjadi modal sosial yang sangat penting untuk membangun bangsa.

Baca juga: Presiden Jokowi: LG Energy Solution Buka 20 Ribu Lapangan Kerja

Apalagi, lanjutnya, Indonesia akan menghadapi momentum politik pada tahun 2024. Untuk itu, diperlukan upaya bersama seluruh lapisan masyarakat untuk meminimalisasi potensi politisasi agama.

“Kita ingin menjadikan Indonesia sebagai barometer kehidupan keberagamaan yang rukun dan harmoni dalam keberagaman, serta masyarakatnya toleran dan saling menghargai perbedaan,” pesannya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN