Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sebanyak 400 lansia mengikuti vaksinasi Covid-19 di District 1 Meikarta, Lippo Cikarang, Kamis (18/3/2021). Foto ilustrasi Mikael Niman

Sebanyak 400 lansia mengikuti vaksinasi Covid-19 di District 1 Meikarta, Lippo Cikarang, Kamis (18/3/2021). Foto ilustrasi Mikael Niman

Satgas: Faskes Jangan Menolak Lansia Vaksin Dosis Kedua

Jumat, 26 Maret 2021 | 07:35 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  -   Satgas Penanganan Covid-19 meminta fasilitas kesehatan (faskes) yang menyelenggarakan vaksinasi Covid-19, agar tidak menolak kelompok lansia untuk menerima vaksin dosis kedua, meskipun melakukan vaksin pertama di faskes berbeda. Hal ini menyusul adanya laporan bahwa ada lansia yang ditolak faskes karena alasan tersebut.

“Masyarakat khususnya lansia,  tidak perlu khawatir pemerintah memastikan bahwa lansia yang sudah memperoleh vaksin pertama dapat tetap mendapatkan vaksin ke-2 walaupun lokasinya berbeda,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito  saat konferensi  daring tentang  perkembangan penanganan Covid-19  pada  Kamis (25/3/2021).

Wiku menyebutkan, Kementerian Kesehatan (Kemkes) melalui keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) telah mengeluarkan keputusan yang mengakomodir hal itu.  Hal ini merupakan komitmen dan upaya pemerintah untuk  memberi kemudahan bagi lansia dalam mengikuti program  vaksinasi.

Oleh karena itu, Wiku mengimbau faskes mengikuti keputusan Dirjen P2P Kemkes tersebut, agar tetap memfasilitasi lansia untuk menerima vaksin kedua meskipun menerima vaksin pertama pada faskes yang berbeda.  Hal ini agar para lansia tidak terhambat untuk menerima vaksin kedua. Yang mana diperlukan lansia agar tidak terpapar virus Covid-19.

Wiku mengatakan,  jeda waktu diperlukan lansia untuk menerima vaksin pertama dan kedua 28 sejak vaksin pertama ini dilakukan sesuai dengan rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam Emergency Use of Authorization (EUA), bahwa waktu vaksinasi kedua adalah selang 28 hari pasca vaksin pertama.

"Karena lansia membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dalam membentuk antibodi. Diharapkan jadwal yang ditentukan dapat merefleksikan jadwal tersebut. Bahwa manfaat vaksin dapat diterima secara maksimal," pungkas Wiku.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN