Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Muhaimin Iskandar

Muhaimin Iskandar

CAK IMIN:

Selamat Idul Fitri bagi Muslim dan Merayakan Kenaikan Isa Almasih bagi Kristani

Kamis, 13 Mei 2021 | 10:47 WIB
Markus Junianto Sihaloho

JAKARTA, investor.id - Wakil Ketua MPR yang juga Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1442 H sekaligus mengucapkan selamat memperingati Kenaikan Isa Almasih kepada Umat Kristiani.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin itu, momentum perayaan Idulfitri kali ini bersamaan dengan peringatan Kenaikan Isa Almasih. Baginya hal ini merupakan sesuatu yang istimewa dan langka.

"Dalam momentum yang istimewa ini, kepada seluruh umat Muslim saya mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Setelah sebulan penuh kita berpuasa, semoga kita bisa kembali fitrah, dan menjadi manusia yang lebih baik lagi ke depan," kata Cak Imin, Kamis (13/5/2021).

"Dan selamat juga umat Kristiani yang memperingati Hari Kenaikan Isa Almasih, semoga damai dan kesejahteraan selalu mengiringi langkah kita bersama," tambah pria yang kini berusaha membranding dirinya dengan panggilan baru, yakni Gus Ami.

Dia mengajak masyarakat untuk semakin memperkuat persaudaraan antar sesama, saling mendoakan, dan menghormati untuk kebaikan bersama. Sebab baginya, Indonesia adalah rumah besar yang memiliki banyak kamar. Dimana setiap kamar dihuni oleh pemeluk agama dan kepercayaan masing-masing yang tidak perlu dipertentangkan.

"Mereka bebas bertindak sesuai aturan kamar masing-masing. Namun, begitu keluar dari kamar dan berkumpul di ruang keluarga dalam bingkai keindonesiaan maka semua harus tunduk dan patuh pada kesepakatan bersama," ulasnya.

"Inilah yang disebut Gus Dur sebagai pluralisme. Tidak disebut Indonesia kalau tidak ada Islam, Kristen, Hindu, Budha, Katolik, Konghucu dan aliran kepercayaan. Hal terpenting adalah bagaimana kita bisa hidup berdampingan, saling menghormati dan menyayangi menjadi satu kesatuan," tambahnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN