Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) hari pertama di SDN Kenari 08 pagi, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Suasana uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) hari pertama di SDN Kenari 08 pagi, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

AHLI ILMU KESEHATAN ANAK:

Siapkan Hal Ini Sebelum Buka Sekolah Kembali

Selasa, 4 Mei 2021 | 08:05 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id  - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dalam bidang Ilmu Kesehatan Anak Prof Dr dr Soedjatmiko SpA(K) Msi mengatakan, ada beberapa persiapan sebelum membuka sekolah tatap muka. Syarat utama adalah kasus baru terkonfirmasi Covid -19 dan kematian di wilayah tersebut harus turun terus menerus selama dua pekan atau lebih.

"Lebih baik jika tidak ada kasus baru. Kalau masih fluktuatif tunda dulu," ujar Prof Soedjatmiko, Senin (3/5).

Dia menambahkan, sebelum sekolah dibuka, Komite Sekolah harus mengecek kesiapan para guru dan sarana di sekolah apakah sudah siap. Antara lain, disinfektan meja kursi pintu dinding, banyak wastafel dengan air mengalir dan sabun, pengaturan tugas guru mengatur murid-murid ketika datang atau pulang tidak saling bermain.

Prof Soedjatmiko mengingatkan, meski vaksinasi bisa melindungi guru namun jika terinfeksi Covid -19 dan kalau jumlah virusnya banyak masih bisa menularkan ke murid.

"Kalau bisa semua guru PCR dulu, yang positif dikarantina. Guru dan murid yang demam, batuk, pilek, diare, berobat dulu, istirahat 3-5 hari," katanya.

Prof Soedjatmiko juga mengatakan, persiapan lainnya adalah ada pengaturan jumlah, jarak, dan posisi meja kursi agar anak tidak saling mendekat di dalam kelas. Mungkin perlu juga pembatasan dengan tali antara kursi untuk kelas 1 dan 2 SD supaya anak tidak berjalan-jalan saling mendekat di dalam kelas.

"Kalau sekolah belum siap, sebaiknya sekolah ditunda dulu," katanya.

Sejumlah murid dari perwakilan sekolah mengerjakan soal mata pelajaran IPA saat kegiatan Kompetisi Sains Nasional (KSN) seleksi Tingkat SD/MI se-Kota Depok di Sekolah Dasar Negeri Kemirimuka 3, Depok, Jawa Barat, Senin (22/3/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Sejumlah murid dari perwakilan sekolah mengerjakan soal mata pelajaran IPA saat kegiatan Kompetisi Sains Nasional (KSN) seleksi Tingkat SD/MI se-Kota Depok di Sekolah Dasar Negeri Kemirimuka 3, Depok, Jawa Barat, Senin (22/3/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Sementara itu, lanjutnya, ada beberapa hal juga yang harus disiapkan orang tua juga anak sebelum sekolah tatap muka dibuka. Yakni masker yang sesuai dengan ukuran wajah anak dalam jumlah cukup dan melatih anaknya membiasakan memakai masker terus menerus selama beberapa jam.

Orang tua juga harus melatih anaknya segera cuci tangan dengan benar ketika baru sampai sekolah, sebelum pulang dan sampai dirumah dan melatih anak jangan berdekatan dgn orang lain, di jalan dan di sekolah.

"Kalau orangtua dan anak belum siap, tunda sekolah," tegas Prof Soedjatmiko.

Terakhir, dia juga menyebut, pembukaan sekolah harus dilakukan bertahap. Misal Mahasiswa dan SMA terlebih dahulu 1-2 pekan. Kalau mereka patuh protokol kesehatan dan tidak terjadi klaster Covid -19 di Perguruan Tinggi dan SMA maka bisa dilanjut di tingkat SMP.

Begitu seterusnya, kalau mereka patuh dan tidak terjadi klaster di SMP, lanjut SD kelas 4, 5, dan 6.

"Kalau mereka patuh dan tidak terjadi klaster di kelas lanjut di kelas 1, 2, dan kelas 3. Kalau tidak terjadi klaster bisa dilanjutkan buka PAUD, KB, dan TK. Karena peserta PAUD KB TK dan siswa kelas 1-2 mungkin paling sulit utk mematuhi protokol kesehatan," kata Prof Soedjatmiko.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN