Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Sumber: BSTV

Menkes Budi Gunadi Sadikin. Sumber: BSTV

Stok Cukup, Menkes Imbau Pemda Akselerasi Vaksinasi Covid-19

Senin, 10 Mei 2021 | 17:25 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau pemerintah daerah (Pemda) untuk mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Menkes menyebut hingga 9 Mei 2021, cakupan vaksinasi telah mencapai 22 juta dosis dengan kapasitas vaksinasi sebanyak 500 ribu orang per hari.

Selain itu, pemerintah juga akan terus meningkatkan laju pelaksanaan Covid-19 kepada masyarakat agar segera dicapai kekebalan komunitas atau herd immunity.

“Kita menembus angka cakupan vaksinasi 10 juta dosis sejak 13 Januari itu di 26 Maret, 20 juta itu di tanggal 30 April. Jadi, dari dalam sebulan kita bisa naik 10 juta. Ini membuat totalnya kita sudah sampai sekarang Rp 22 juta  dosis,” kata Menkes saat memberikan keterangan pers usai  rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju,  di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/5/2021).

Rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo khusus membahas tentang langkah-langkah penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Menkes menyampaikan, setelah sempat terjadi penurunan laju vaksinasi akibat adanya penurunan suplai, pada bulan Mei pasokan vaksin untuk  program vaksinasi kembali mengalir.

“Alhamdulillah dengan bantuan banyak kementerian, Pak Airlangga juga banyak bantu, Pak Presiden banyak bantu, sehingga stok kita akan naik lagi di bulan Mei ini,” ujarnya.

Menkes secara khusus  meminta jajaran pemerintah di daerah untuk kembali mengakselerasi laju penyuntikan vaksin.

“Pesan saya ke seluruh aparat di daerah kita mulai menggenjot lagi ya karena jumlah stok vaksinnya sudah cukup. Di bulan Mei sesudah Lebaran segera kita genjot lagi vaksinasinya untuk bisa naik. Kalau bisa kita coba menyentuh satu juta per bulan di bulan Juni,” ujarnya.

Menkes juga menyampaikan apresiasi kepada daerah yang memiliki tingkat vaksinasi yang tinggi terutama bagi kelompok masyarakat lanjut usia.

“Saya terima kasih kepada  Provinsi Bali, DKI Jakarta, dan Yogyakarta yang relatif sudah tinggi suntikan lansianya, sehingga mereka secara bertahap sudah mulai dibuka untuk suntikan golongan masyarakat umumnya,” ujarnya.

Menkes berjanji akan menambah jumlah pasokan vaksin bagi daerah-daerah tersebut.

“Kami akan memberikan vaksin tambahan supaya mereka bisa cepat menyelesaikan karena lansia itu adalah yang kritikal. Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi untuk provinsi-provinsi lain segera suntik lansianya segera cepat selesai, karena semakin cepat selesai kita makin segera lebih cepat untuk membuka vaksinasi ini kepada masyarakat umum,” katanya.

Vaksinasi Gotong Royong
Selain program vaksinasi yang digulirkan pemerintah, untuk mencapai herd immunity juga didorong pelaksanaan program vaksinasi  Gotong Royong yang diinisiasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto mengumumkan perkembangan kasus Covid-19 nasional. Sumber: BSTV
Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto mengumumkan perkembangan kasus Covid-19 nasional. Sumber: BSTV

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) menyampaikan bahwa  pelaksanaan program vaksinasi Gotong Royong  telah disiapkan vaksin merek Sinopharm dan CanSino.

“Sudah tersedia 500 ribu  dosis vaksin  dari 7,5 juta kontrak vaksin Sinopharm. Vaksin lain yang akan digunakan adalah CanSino dan ini sudah dipersiapkan 5 juta  dosis vaksin,” ujarnya.

Airlangga menyampaikan, harga untuk skema vaksinasi ini adalah Rp500 ribu dengan rincian Rp375 ribu untuk dosis vaksin ditambah Rp125 ribu untuk distribusi dan penyuntikan.

“Ini juga sudah memperoleh sertifikasi baik dari Badan POM  maupun dari  Majelis Ulama Indonesia. Tentunya, vaksin Gotong Royong ini diharapkan sudah bisa dilaksanakan nanti tentu di akhir bulan Mei ini,” kata Airlangga.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN