Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suhariyanto, Kepala BPS. Foto: IST

Suhariyanto, Kepala BPS. Foto: IST

Survei BPS: 17% Responden Yakin Takkan Tertular Covid-19

Senin, 28 September 2020 | 23:15 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id - Sekitar 17% atau 17 dari 100 responden menyatakan sangat tidak mungkin dan tidak mungkin tertular atau terinfeksi Covid-19. Persepsi tidak mungkin tertular ini terkait erat dengan tingkat pendidikan.

Demikian hasil survei tentang “Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19” yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (28/9/2020).

Survei yang dilakukan secara online pada 7-14 September 2020 melibatkan 90.967 responden yang terdiri dari 44,77% laki-laki dan 55,23% perempuan.

“Ketika pendidikannya rendah, mereka lebih yakin tidak akan tertular Covid-19. Kalau pendidikannya tinggi, kesadarannya sudah lebih tinggi,” tuturnya.

Menanggapi survei tersebut, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyebutkan angka 17% itu cukup besar apabila dikaitkan dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 270 juta jiwa.

“Kita semua tahu, status yang kita hadapi sekarang adalah pandemi. Artinya tidak ada satu jengkal tanah pun yang betul-betul bebas dari Covid-19. Masalahnya, Covid-19 ini media yang mengantarkan bukannya hewan, tetapi manusia. Untuk manusia yang sakit, kita bisa antisipasi. Masalahnya mereka yang tanpa gejala, tetapi sudah positif. Kalau yang 17% tadi merasa tidak akan terpapar, lantas ada di antara orang terdekatnya sudah Covid-19, cepat atau lambat pasti akan tertular,” kata Doni.

Doni Monardo. Foto: BSTV
Doni Monardo. Foto: BSTV

Ke depan, kata Doni, sangat penting untuk menggerakkan seluruh instrumen, baik yang ada di pusat maupun daerah, dengan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas.

“Semuanya harus terlibat. Kalau hanya kita saja yang patuh pada protokol kesehatan, lantas orang-orang di sekitar kita tidak patuh, cepat atau lambat kita pasti akan tertular. Yang menularkan itu bukan orang jauh, tetapi orang-orang yang sangat dekat dengan kita seperti keluarga atau teman bekerja,” kata Doni.

Dalam survei yang dilakukan Badan Litbang Kementerian Kesehatan pada Juli 2020, kata Doni, beberapa responden juga mengatakan tidak akan terkena Covid-19. Persentase paling tinggi adalah responden di Jakarta sebesar 30%, Jawa Timur 29%, Jawa tengah 18%, Jawa Barat 16%, dan Kalimantan Selatan 14%.

“Ini data (dari survei) yang dilakukan bulan Juli lalu. Kalau kita lihat sekarang, ada perubahan secara nasional menjadi sekitar 17%. Ini berarti ada kemajuan, mudah-mudahan dengan semakin gencar sosialisasi dan juga program edukasi, semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa Covid-19 ini ancaman yang nyata dan bukan rekayasa,” tegas Doni.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN