Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
dr Reisa Broto Asmoro. Sumber: BSTV

dr Reisa Broto Asmoro. Sumber: BSTV

Turunkan Angka Penularan dan Kematian, Pemerintah Terus Perkuat Testing dan Tracing

Kamis, 29 Juli 2021 | 09:11 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Perubahan Perilaku, Reisa Broto Asmoro mengatakan, dalam rangka menurunkan angka kasus penularan dan kematian akibat Covid-19 yang naik, pemerintah akan memperkuat testing dan tracing, terutama di pemukiman padat penduduk.

“Pemerintah berkomitmen meningkatkan testing dari yang saat ini berkisar hampir 200 ribu per hari ke sekitar 300 ribu per hari bahkan menjadi 400 ribu per hari,” kata Reisa saat menyampaikan perkembangan pelaksanaan PPKM, Rabu (28/7).

Dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Kamis (29/7/2021), menurut Reisa, Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali yang juga Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan juga telah menegaskan testing dan tracing ini akan melibatkan semua komponen.

Dikatakannya, mekanisme tracing kontak erat sendiri akan dilakukan secara digital yang dilakukan para relawan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang terlatih serta relawan lapangan yang terdiri dari TNI, Polri, serta aparatur sipil negara yang ditugaskan.

Reisa menambahkan, hasil tracing akan dimasukkan secara digital dalam sistem Silacak Kementerian Kesehatan (Kemkes). Setiap kontak erat yang ditemukan, akan dipastikan melakukan karantina dan entry test pada hari pertama untuk mengetahui status kesehatannya serta exit test pada hari ke-5 karantina untuk memastikan yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala sama sekali dan dapat dinyatakan tidak terinfeksi.

“Satu hal yang harus kita antisipasi dan cerna seksama adalah dengan masifnya pelaksanaan testing dan tracing, ada kemungkinan kasus konfirmasi harian akan naik karena kapasitas testing yang meningkat,” kata Reisa.

Berhubungan dengan kapasitas testing dan tracing yang meningkat, lanjutnya, kontak erat dengan hasil positif berdasarkan entry test atau exit test juga akan dibawa ke tempat-tempat isolasi terpusat yang telah disediakan untuk mendapatkan perawatan. Adapun isolasi terpusat yang telah disiapkan pemerintah sudah siap dengan perangkat pendukung operasionalnya.

Oleh karena itu, Reisa mengatakan, penting bagi masyarakat yang positif Covid-19 untuk melakukan isolasi di tempat isolasi terpusat guna pemulihan kondisi serta melindungi orang di sekitarnya.

Reisa menyebutkan, selain Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, ada Rumah Susun (Rusun) Nagrak telah disiapkan untuk dapat menampung hingga 10.000 pasien serta rusun Pasar Rumput yang kapasitasnya mencapai 6.000 tempat tidur.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah tempat di luar Jakarta, seperti di Bandung, Depok, Kota Tangerang juga sudah siap dengan tempat isolasi terpusat. Begitu pun seperti di Yogyakarta yang terbagi pada tiga tempat, yaitu di asrama Universitas Gadjah Mada (UGM), Asrama Universitas Negeri Yogyakarta, dan Asrama milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Lalu di Solo juga sudah disiapkan dan tersebar sebanyak 1.700 titik baru terisi 400 titik,” ujarnya.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN