Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Senior Policy Advisor Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta Bidang Pendidikan dan Kesra, Totok Amin Soefijanto

Senior Policy Advisor Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta Bidang Pendidikan dan Kesra, Totok Amin Soefijanto

Warga Jakarta yang Anaknya PTM Bisa Dapat Jatah Vaksin

Rabu, 5 Mei 2021 | 20:50 WIB
Natasia Christy

JAKARTA, investor.id   - Warga di Provinsi DKI Jakarta yang anaknya melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) mempunyai kesempatan untuk mendapatkan jatah vaksin Covid-19. Langkah itu dilakukan sebagai bagian untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka yang aman bagi seluruh warga sekolah.

Hal itu disampaikan oleh Senior Policy Advisor Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta Bidang Pendidikan dan Kesra, Totok Amin Soefijanto, dalam webinar Hari Pendidikan Nasional bertema “Mempersiapkan Sekolah Tatap Muka dan Masa Depan Format Pendidikan” yang digelar oleh Beritasatu Media Holdings, Rabu (5/5/2021).

“Provinsi DKI Jakarta hari ini mulai vaksinasi usia 18-59 tahun. Jadi kita sarankan orangtua yang anaknya akan pembelajaran tatap muka, sudah mulai uji coba, untuk segera mengajukan diri,” kata Totok.

Totok mengatakan vaksinasi Covid-19 sebagai syarat pembelajaran tatap muka tidak hanya cukup dilakukan kepada guru, tetapi juga harus kepada orangtua. Pasalnya, orangtua yang tidak divaksin akan memiliki risiko besar jika anaknya sudah memulai pembelajaran tatap muka.

“Jadi kita harus ikhtiar dan harus disosialisasikan,” ujarnya.

Totok mengatakan Pemprov DKI Jakarta telah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka secara hati-hati kepada 83 sekolah untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK (kecuali PAUD). Khusus SD, uji coba pembelajaran tatap muka sesuai kriteria Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yaitu dibatasi kelas 4, 5, dan 6. Uji coba dilakukan pada 7-27 April 2021.

Dari uji coba tersebut, Totok mengatakan Pemprov DKI mempelajari cara menerapkan emergency break saat terjadi kasus positif Covid-19. Proses pembelajaran ditutup selama 14 hari, meskipun Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan cukup ditutup 3 hari dan disemprot disinfektan.

“Kami ambil langkah konservatif, menutup sekolah 2 minggu. Proses pembelajaran juga hanya 2 jam seminggu, jadi masih lebih banyak pembelajaran jarak jauh daripada tatap muka,” ujar Totok.

Totok mengatakan dari 83 sekolah yang mengikuti uji coba termasuk 4 sekolah internasional. Sekolah bisa saling melakukan studi perbandingan, khususnya melihat praktik protokol kesehatan di sekolah internasional.

Totok mengingatkan pembukaan sekolah bukan seperti pembukaan toko. Prosesnya harus dilakukan sangat hati-hati dan bertahap. Dia menyebut siswa yang memakai kendaraan pribadi relatif lebih aman, sedangkan siswa yang memakai kendaraan umum wajib mengikuti serangkaian protokol kesehatan ketat yaitu masuk ruang khusus untuk dicek keseluruhan kondisi kesehatannya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN