Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Paulus Mujiran. Foto: youtube

Paulus Mujiran. Foto: youtube

Menyambut Liburan Natal dan Tahun Baru

Minggu, 22 Desember 2019 | 08:51 WIB
Paulus Mujiran

Geliat menjelang liburan Natal dan Tahun Baru dikenal dengan Nataru sudah mulai terasa. Di pusat-pusat perbelanjaan aktivitas yang menandai semarak Nataru sudah mulai terasa dengan pernak-pernik hiasan mulai dari lampu, musik, patung, pohon natal, kertas warna-warni. Nuansa Nataru memang terasa kental khususnya di pusat-pusat perbelanjaan. Perayaan ini terasa meriah karena sesudah Natal ada Tahun Baru yang keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Bagi umat Nasrani saat ini memasuki masa adven yang berarti masa prihatin, penantian menjelang kedatangan Tuhan di Hari Natal. Namun, pada kenyataannya nuansa pesta dan hiburan sudah mulai sangat terasa. Tawaran belanja dengan pesta diskon besar-besaran marak di pusat- pusat perbelanjaan. Ini semua kerap menjadi godaan karena di satu sisi mall dan pusat perbelanjaan menjadi ajang cuci gudang, sementara bagi konsumen menghendaki biaya murah.

Pada acara peribadatan Natal di tengah ancaman terorisme semua pihak hendaknya dapat menahan diri. Tidak perlu menggelar peribadatan yang mencolok sehingga memancing orang berbuat kurang baik. Juga pengamanan Natal tidak perlu terlalu berlebihan, yang terpenting semua pihak menaruh kewaspadaan yang sama. Sebaiknya gereja-gereja dan tempat ibadah berkordinasi dan melibatkan petugas keamanan dalam melaksanakan ibadah demi kesakralan dan kedamaian selama menjalankan ibadah.

Sebagaimana biasa, liburan Nataru membutuhkan aneka persiapan baik di dalam keluarga maupun pelayanan publik karena mesti melibatkan aktivitas manusia di banyak tempat. Di dalam keluarga perencanaan dibutuhkan untuk menghadapi liburan sekolah, Nataru yang pasti akan menyedot anggaran yang tidak sedikit. Liburan yang bersamaan dengan anak sekolah libur pasti membutuhkan anggaran memadai karena banyak kebutuhan keluarga yang pasti dikeluarkan untuk mengisi liburan bersama anak-anak.

Perencanaan liburan pasti dibutuhkan. Ke mana anak-anak akan dibawa liburan untuk mengisi waktu. Berapa anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas itu? Di masa seperti ini mall dan pusat perbelanjaan pasti menawarkan diskon pembelian barang dengan harga yang menggiurkan. Ini kerap kali memancing gaya hidup konsumtif alias pemborosan.

Memang sebagian pekerja pada musim seperti ini mendapatkan tunjangan hari raya (THR) yang dapat dipergunakan menambal kebutuhan selama liburan. Namun THR kadang tidak sebanding dengan gaya hidup konsumtif yang berkembang. Kebutuhan akan selalu lebih banyak dibandingkam ketersediaan anggaran.

Di samping itu liburan Nataru juga kerap terkait dengan aktivitas manusia pulang kampung halaman alias mudik. Bagi sebagian orang masa liburan panjang tidak afdol rasanya manakala tidak pulang ke kampung halaman.

Untuk melakukan aktivitas mudik tidak saja dibutuhkan anggaran yang cukup tetapi juga sarana transportasi yang andal agar selamat sampai ke kampung halaman. Mudik di akhir tahun seperti ini membutuhkan kewaspadaan yang ekstra. Hal ini disebabkan secara cuaca sedang pada permulaan/puncak musim hujan yang banyak tempat menimbulkan bencana seperti angin puting beliung, banjir dan tanah longsor.

Jika mudik dengan kendaraan pribadi harus disiasati dengan kendaraan yang benar-benar laik jalan agar tidak terjadi kemacetan di jalan. Selain tentu saja agar terhindar dari bahaya kecelakaan lalu lintas, perlu kondisi fisik dan mental yang prima untuk berpergian jarak jauh. Jika menggunakan sarana angkutan umum juga harus memperhatikan ketersediaan angkutan, baik itu kendaraan umum, kereta api, pesawat terbang, kapal laut yang pada musim seperti ini biasanya sulit mendapatkan tiket angkutan.

Jauh-jauh hari sudah harus memperhatikan ketersediaan tiket angkutan agar semuanya dapat berjalan dengan lancar. Juga perlu menghindari dengan menggunakan angkutan yang tidak aman seperti sepeda motor. Bagi yang akan pergi jauh dengan melibatkan anak-anak, segala sesuatu mesti dipersiapkan dengan seksama.

Bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi untuk keperluan mudik dan liburan Nataru harus mewaspadai titik kemacetan yang biasanya di banyak tempat. Karena banyak orang bergerak bersamaan pada waktu yang sama biasanya akan timbul banyak kemacetan di jalan. Apalagi di periode puncak akhir tahun jelang Tahun Baru biasanya banyak tempat merayakan acara pergantian tahun dan menimbulkan kemacetan.

Manajemen mudik harus benar-benar memperhatikan keselamatan diri sendiri dan keselamatan pengguna jalan lain. Begitu juga mereka yang akan mengisi liburan Nataru ke obyek-obyek wisata harus memperhatikan keamanan dan keselamatan di obyek wisata.

Biasanya pada musim Nataru seperti ini banyak obyek wisata yang ramai sehingga pengunjung membludak. Pengelola obyek harus memperhatikan kelaikan alat-alat yang digunakan. Ini semua demi memastikan pengguna mendapat jaminan keselamatan.

Keselamatan, terutama yang membawa anak-anak, harus diperhatikan. Begitu juga dengan pelayanan public selama liburan Nataru tetap harus memperhatikan pelayanan kepada masyarakat seperti polisi, pemadam kebakaran, kesehatan, juga harus standby di jalur-jalur pemudik akan dilewati. Posko-posko mudik yang dibangun hendaknya tetap memperhatikan mereka yang melakukan aktivitas Nataru.

Tentu saja kita semua berharap bahwa pelayanan selama liburan Nataru dapat dikelola dengan maksimal. Pengguna jalan juga tidak boleh ceroboh ketika berlalu lintas di jalan raya. Ini semua demi liburan Nataru berlangsung dengan aman dan damai. Ini semua agar mereka yang merayakan Natal dan Tahun Baru benar-benar merasakan sukacita yang besar. Sebagai liburan tentu saja menjadi ajang melepas dari kepenatan hidup, namun sebagai hari besar keagamaan mari kita kembangkan budaya toleransi dengan menjaga ketertiban bersama seperti tidak melakukan razia atribut atau pernak-pernik bernuansa Natal dan Tahun Baru. Selamat menyambut liburan Nataru semoga kita semua mendapatkan kedamaian lahir dan batin.

Paulus Mujiran,  Pemerhati masalah sosial di

Semarang

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN