Menu
Sign in
@ Contact
Search
Agus Sugiarto, Advisor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Agus Sugiarto, Advisor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menantikan Bank Digital

Senin, 7 Juni 2021 | 23:14 WIB
Agus Sugiarto *) (redaksi@investor.id)

Gelombang digitalisasi yang melanda di hampir semua negara saat ini telah memberikan pengaruh dan dampak yang luar biasa terhadap proses bisnis, mekanisme kerja, dan peri laku manusia.

Ketergantungan proses bisnis dan mekanisme terhadap teknologi digital bukan lagi sekadar tren ataupun gengsi semata-mata, melainkan sudah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi maupun daya saing.

Demikian halnya dengan perilaku digital manusia yang sudah bertransformasi menjadi suatu kebiasaan baru, yang menginginkan semua aktivitas yang menjadi pendukung kegiatan manusia dapat dilakukan dengan cepat, mudah diakses dan berbiaya murah.

Oleh karena itu, hampir semua sektor pendukung kehidupan manusia berlomba- lomba melaku kan transformasi digital untuk me respons perubahan perilaku ma nusia tersebut. Industri jasa keuangan sangat berkepentingan sekali dengan kehadiran teknologi digital dan menjadi salah satu sektor terde pan dalam melakukan transformasi digital.

Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi mengapa industri jasa keuangan menjadi salah satu pioner dalam mengadopsi teknolohgi digital.

Pertama, transaksi keuangan membutuhkan kecepatan serta keakuratan yang tinggi, dan teknologi digital mampu menyediakan teknologi yang dibutuhkan oleh industri keuangan tersebut.

Kedua, kompetisi di industri jasa keuangan sangat ketat sehingga para pemainnya berlomba-lomba memberikan produk dan layanan yang terbaik untuk konsumen. Upaya tersebut salah satunya di lakukan dengan melakukan adopsi teknologi digital dalam proses bisnis mereka. Di sini bank juga dituntut untuk melek digital agar mereka tidak ditinggalkan oleh nasabahnya.

Ketiga, semakin bertambahnya pengguna internet menyebabkan demand terhadap transaksi keuangan berbasis digital yang semakin besar. Pandemi Covid-19 menjadi momentum masyarakat untuk beralih ke teknologi digi tal, sehingga ketergantungan ter hadap teknologi digital menjadi tidak terbendung lagi.

Pentingnya Bank Digital

Perubahan perilaku masyarakat yang cenderung bersifat physical contactless maupun cashless dalam melakukan transaksi keuangan, membuka peluang dan kesempatan yang selebar-lebarnya bagi industri perbankan untuk melakukan transformasi digital. Konsumen sedapat mungkin melakukan transaksi keuangan tanpa harus mendatangi kantor bank maupun ATM. Saat ini konsumen tidak lagi mencari di mana kantor bank yang terdekat, melainkan bank apa yang bisa memberikan layanan keuangan setiap saat di manapun konsumen berada.

Kemudahan melakukan transaksi keuangan dari mana saja tanpa mengenal batas waktu sudah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat yang harus direspons oleh perbankan.

Di samping itu, digitalisasi dalam proses bisnis memungkinkan bank menjadi semakin mudah dalam melakukan akui sisi nasabah baru, khususnya untuk kelompok milenial.

Kehadiran bank digital di Indonesia juga mempunyai misi khusus yaitu memberikan pemerataan kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses produk dan layanan jasa perbankan. Bagi Indonesia yang merupakan suatu negara kepulauan menjadi sangat mahal apabila di setiap pulau harus didirikan kantor bank ataupun layanan ATM, sehingga kehadiran bank digital sangat se suai dengan kondisi geografis negara kita.

Peluang dan Tantangan

Sudah saatnya industri perbankan di Indonesia memberikan layanan keuangan digital dengan menyediakan aplikasi perbankan yang berbasis digital guna merespons keinginan konsumen.

Industri perbankan di Indonesia ha rus memiliki level of playing field yang sama dengan industri perbankan di negara-negara lain dalam menyediakan layanan digital. Malaysia melalui Bank Negara Malaysia (BNM) telah meluncurkan Digital Banking Framework pada 31 Desember 202, dan sebagai respons atas kebijakan tersebut BNM telah memberikan 5 izin pendirian bank digital baru.

Sedangkan Singapura melalui Monetary Authority of Singapore juga telah mengeluarkan 4 lisensi bank digital baru, dan Filipina melalui Bangko Sentral ng Pilipinas juga sudah memberikan 2 lisensi bank digital baru.

Guna merespons perkembang an tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga sudah memberikan arah kebijakan mengenai kelembagaan bank digital di Indonesia, yang akan diatur lebih lanjut melalui Peraturan OJK. Aturan tersebut diperkirakan selesai pertengahan tahun ini, sehingga memberikan kepastian hukum bagi mereka yang berminat me nga jukan izin sebagai bank digital.

Dalam aturan baru yang nantinya akan keluar, disebutkan bahwa pengajuan izin bank baru yang akan beroperasi sebagai bank digital penuh harus berbadan hu kum Indonesia dan memiliki modal sebesar Rp 10 triliun.

Aturan modal ini sudah sejalan dengan best practices, seperti di Singapura yang mempersyaratkan modal sebesar SGD 1,5 miliar (setara Rp 15 triliun). Persyaratan mo dal yang relatif besar tersebut diperlukan mengingat investasi untuk infrastruktur teknologi digital tidaklah murah dan sekaligus untuk memastikan bahwa bank digital tersebut memiliki kemampuan likuiditas dan solvabilitas yang kuat.

Kita berharap tidak lama lagi kita bisa memiliki bank digital di Indonesia untuk melayani masyarakat luas di berbagai pelosok wilayah Tanah Air. Masyarakat Indonesia sudah selayaknya dapat menikmati layanan perbankan yang berbasis digital, seperti halnya masyarakat di negara-negara lain.

Bagi bank-bank yang saat ini sudah memberikan layanan perban kan yang bersifat tradisional, sudah saatnya bertransformasi menjadi bank digital ataupun memiliki anak usaha bank digital. Masyarakat membutuhkan layanan perbankan yang bisa mengikuti perubahan perilaku digital mereka saat ini.

Sedangkan bagi pemerintah sendiri, kehadiran bank digital juga akan memberikan beberapa keuntungan, antara lain memperlancar sistem pembayaran nasional yang sangat diperlukan guna mendukung transaksi ekonomi dan perdagangan.

*) Kepala OJK Institute (Tulisan ini merupakan pandangan pribadi dari penulis.)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com