Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hamdi Hassyarbaini, Pemerhati Investasi

Hamdi Hassyarbaini, Pemerhati Investasi

Salah Kaprah Penggunaan Terminologi Investasi Bodong pada Binary Option

Jumat, 18 Maret 2022 | 11:49 WIB
Hamdi Hassyarbaini *) (redaksi@investor.id)

Beberapa bulan belakangan ini masyarakat Indonesia dihebohkan oleh berita investasi bodong, mulai dari yang berkedok robot trading sampai yang terakhir adalah binary option. Pertanyaan yang barangkali muncul di benak masyarakat awam, apakah yang dimaksud dengan investasi bodong? Atau pertanyaan yang lebih spesifik, apakah robot trading dan binary option itu investasi atau bukan?

Apa yang dimaksud dengan “investasi bodong” itu? Sebelum menjawab pertanyaan ini, kita perlu cari tahu dulu apa arti kata “bodong”. Ber dasarkan penelusuran pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online, kata “bodong” memiliki beberapa arti yaitu, pertama kata “bodong” (Jawa) memiliki ar ti “tersembul pusatnya; atau bujal”; kedua, kata “bodong” (Arkais) memiliki arti “angin kencang”. Dari kedua arti tersebut tidak ada yang memiliki makna yang mendekati tujuan penempatan kata “bodong” padan istilah “investasi bodong".

Advertisement

Tidak ada yang tahu entah sejak kapan kata “bodong” me ngalami perubahan makna se perti yang saat ini terjadi. Kata “bodong” pada umumnya dikonotasikan sebagai sesuatu yang palsu, ilegal, tidak ber izin, atau fiktif. Kita seringkali mendengar istilah sertifikat bodong atau BPKB bodong, yang berarti bukti kepemilikan (tanah atau mobil) yang palsu, atau ijazah bodong yang berarti tanda kelulusan yang palsu. Istilah yang belakangan ini sedang populer yaitu “investasi bodong” untuk mengacu pada investasi yang palsu atau fiktif atau ilegal. Lalu, apa arti kata investasi sebenarnya?

Menurut Investopedia, investasi atau investment adalah suatu aset atau item yang diperoleh dengan tujuan untuk menghasilkan pendapatan atau peningkatan harga atau nilai di masa yang akan datang. Dengan kata lain, dalam investasi seseorang membeli barang atau aset bukan untuk tujuan konsumsi melainkan untuk menghasilkan pendapatan atau menambah kekayaaan.

Contoh sederhana, sesorang membeli anak sapi betina yang kemudian dipelihara dengan tujuan di masa yang akan datang anak sapi tersebut akan menjadi induk sapi dan melahirkan anak sapi yang lain. Contoh lain, seseorang membeli sebuah rumah tapi bukan untuk ditempati sendiri melainkan disewakan kepada pihak lain. Dalam hal ini orang tersebut berharap memperoleh pendapatan rutin dari sewa rumah dan peningkatan harga rumah di masa yang akan datang.

Analogi yang sama bisa digunakan untuk produk pasar modal, misalnya saham. Seorang investor yang membeli sejumlah saham dari suatu perusahaan, tentunya berharap harga atau nilai saham tersebut di masa yang akan datang menjadi besar (menjadi “induk sapi”) dan setiap tahun bisa memperoleh pendapatan berupa dividen (“anak sapi”). Untuk bisa memperoleh hasil investasi yang diharapkan, tentunya ada pengorbanannya, yaitu berupa upaya, uang, dan waktu.

Sebelum berinvestasi di suatu jenis aset, tentunya kita harus terlebih dahulu mencari tahu segala sesuatu mengenai aset tersebut. Misalnya investasi berupa sapi, kita tentunya harus memiliki pengetahuan tentang persapian: jenis sapi apa yang bagus; butuh waktu berapa lama seekor sapi bisa melahirkan anak; kapan permintaan akan sapi meningkat supaya kita bisa menentukan kapan akan menjual sapi tersebut.

Demikian pula investasi di saham. Sebelum memutuskan membeli saham suatu perusahaan untuk tujuan investasi, ten tunya kita harus mempelajari dulu seluk beluk perusahaan tersebut, apa dan bagaimana prospek bisnisnya; siapa manajemennya; dan bagaimana track record-nya selama ini. Ini merupakan pengorbanan utama yang harus kita lakukan. Pengorbanan berikutnya tentu saja berupa dana yang harus kita keluarkan untuk memperoleh aset investasi tersebut dan waktu yang harus disediakan untuk mengelola dan menunggu sampai investasi kita membuahkan hasil yang diharapkan.

Ilustrasi Binary Option: Investor Daily
Ilustrasi Binary Option: Investor Daily

Dalam investasi, tidak ada jalan pintas, butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa memperoleh hasil yang diharapkan. Di dunia keuangan, selain istilah investasi atau investing, kita juga sering mendengar istilah trading atau perdagangan dan speculating atau spekulasi. Trading ataupun speculating bisa dijalankan baik untuk produkproduk pasar modal seperti saham beserta turunannya maupun produk-produk perdagangan berjangka komoditas seperti forex, gold, crypto, dan lain-lain. Trading sendiri ada banyak ragam, tergantung rentang waktu yang dialokasikan.

Ada istilah scalping (sebagian pelaku pasar lebih suka menggunakan istilah “nyopet”), yaitu trading yang dilakukan dalam rentang waktu yang sangat singkat (dalam hitungan detik), sehingga keuntungan yang diperoleh relatif kecil.

Ada day trading yaitu trading yang dilakukan dalam rentang waktu satu hari, misalnya beli saham di pagi hari lalu jual di sore hari atau beli di sore hari dan jual di pagi hari berikutnya.

Ada lagi istilah swing trading, yaitu trading yang dilakukan dengan mengandalkan indikator swing, baik swing low maupun swing high. Swing trader biasanya membeli (saham) pada saat swing low (sebagian pelaku pasar menyebutnya “saat harga mantul”) dan menjual pada saat swing high (saat harga mulai “mantul” ke bawah). Jenis terakhir adalah trend trading, mirip swing trading namun trader tidak hanya memperhatikan swing low/high melainkan juga trendline dan moving average untuk kurun waktu yang lebih panjang, bisa bulanan bahkan tahunan. Bagaimana dengan binary option?

Sebelum membahas binary option, kita perlu tahu apa itu option. Option atau opsi pada dasarnya merupakan derivatif atau turunan dari suatu produk investasi, misalnya saham. Option adalah hak untuk membeli (call option) atau menjual (put option) sejumlah saham pada harga dan jangka waktu yang sudah disepakati. Kalau kita memperkirakan harga suatu saham akan naik di masa yang akan datang, kita membeli call option. Kelebihannya, modal yang kita keluarkan relatif kecil karena hanya sebesar nilai premi untuk membeli call option tersebut.

Kalau ternyata kemudian har ga saham yang jadi target kita malah berbalik arah, kita tinggal membiarkan call option jatuh tempo dan kerugian yang kita derita hanya sebesar nilai premi itu.

Apakah binary option sama dengan option yang baru dijelaskan? Sama sekali berbeda! Binary option pada dasarnya hanyalah tebak-tebakan yang ja wabannya hanya 2, yaitu ‘ya’ dan ‘tidak’, makanya disebut binary (bi = dua). Oleh karena itu binary option sering juga disebut “cash or nothing” atau “asset or nothing”.

Bagaimana cara kerja binary option? Sangat sederhana. Siapapun yang tertarik bisa ikut taruhan, misalnya nilai taruhan Rp 1.000.000 dengan menebak apakah harga saham ABCD akan mencapai lebih dari Rp 10.000 pada saat pembukaan perdagangan tanggal 21 Maret 2022.

Jika tebakannya benar, maka peserta tersebut akan dapat Rp 1 juta, tapi sebaliknya kalau salah maka dia kehilangan Rp 1 juta. Tapi, biasanya payout ratio yang diberlakukan pengelola platform alias bandar biasanya 30:70, artinya 30% untuk pengelola alias bandar dan 70% untuk peserta.

Jadi kalaupun menang taruhan, peserta hanya akan dapat Rp 700.000 atau 70% dari Rp 1 juta yang disetor, artinya sudah rugi 30%. Bagi peserta yang kalah, untuk bisa ikut serta dalam ta ruhan berikutnya, biasanya diharuskan menyetorkan uang taruhan dalam nilai yang lebih besar dari nilai kekalahan sebelumnya.

Satu pertanyaan menggelitik, apakah harga saham atau komoditas yang ditampilkan di platform pengelola binary option adalah harga pasar sebenarnya atau harga yang sudah dimanipulasi?

Jadi, silakan berhitung sendiri, apakah memungkinkan untuk menang dalam permainan seperti ini. Berdasarkan penjelasan di atas, apakah binary option termasuk investasi? Jelas, tidak!

Jangankan investasi, memenuhi kategori trading saja tidak karena di trading masih ada unsur manajemen risiko (managing risk), sementara di binary option kita justru mengambil risiko (taking risk). Binary option adalah murni spekulasi, bahkan lebih dekat ke judi. “Jangan lakukan dan jauhi”, kata Rhoma Irama dalam lagu Judi.

*) Pemerhati Investasi

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN