Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nirwono Joga, Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan

Nirwono Joga, Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan

Melestarikan Hutan dan Air

Jumat, 25 Maret 2022 | 22:15 WIB
Nirwono Joga *) (redaksi@investor.id)

Secara berurutan masyarakat dunia merayakan dua hari peringatan penting bagi kelangsungan hidup umat manusia. Pertama, 21 Maret, Hari Hutan Dunia (HHD) yang tahun ini mengusung tema Forest and Sustainble Production and Consumption. Tujuan HHD ialah membangun kesadaran dan kepedulian akan pentingnya hutan (semua tipe) bagi kehidupan semua makhluk hidup di bumi.

Perbedaan geografi membagi hutan dalam beragam kategori tipe hutan, seperti hutan hujan tropis, hutan tropis, hutan subtropis, hutan pegunungan, hutan perbukitan, dan hutan rawa/mangrove/bakau.

Advertisement

Kedua, 22 Maret, Hari Air Dunia (HAD). Tema HAD 2022 yakni Groundwater: Making The Invisible Visible. Tujuan HAD ialah menyadarkan masyarakat akan pentingnya air bersih, akses air bersih, serta mengelola sumber air bersih yang berkelanjutan.

Pohon dan hutan serta air meru pakan satu kesatuan. Hutan ditumbuhi pepohonan berfungsi menyerap air ke dalam tanah, menjaga sumber air di hulu, serta melindungi daerah penampung air. Lalu, apa yang harus dilakukan?

Pertama, semua ajaran agama dengan tegas menempatkan pohon menjadi simbol dan sumber kehidupan manusia. Alquran membincang tentang pohon: maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar, dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang (ditumbuhi pohon) berbuah pahit, pohon atsl (sejenis pohon cemara) dan sedikit pohon sidr (pohon bidara, Ziziphus mauritiana) (Surat Saba’: 16).

Pohon mempunyai banyak makna dalam kehidupan manusia di bumi. Pohon berfungsi sebagai konser vasi sumber mata air, mempertahankan keresapan air tanah secara optimal, serta menjaga kelestarian alam. Kumpulan pepohonan membentuk hutan (kota) untuk kelestarian, keserasian dan keseimbangan ekosistem perkotaan.

Kedua, untuk mewujudkan kota hutan kita harus menanam pohon sebanyak-banyaknya di da lam kota. Membangun kota hu tan berarti membangun peradaban kota, pengetahuan, serta penulisan tentang imajinasi dan perenungan untuk hal-hal mendasar untuk apa kota dibangun. Kekayaan kota sejatinya bertumpu pada alam/ budaya, dan jika alam/budaya rusak, demikian pula kotanya. Investasi terbesar itu adalah menjaga keragaman hayati dan mendokumentasikan tentangnya.

Hutan kota adalah hamparan lahan yang bertumbuh pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam perkotaan, baik pada tanah negara maupun tanah hak (Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota). Persentase luas hutan kota paling sedikit 10% dari wilayah perkotaan dan atau disesuaikan dengan kondisi setempat.

Penentuan tipe hutan kota di tetapkan dalam rencana tata ruang wilayah perkotaan. Tipe hutan kota terdiri atas tipe kawasan per mukiman, kawasan industri, rekreasi, pelestarian plasma nutfah, perlindungan, dan pengamanan. Bentuk hutan kota sesuai karakteristik lahan berupa jalur, mengelompok, dan menyebar.

Ketiga, tidak ada kehidupan di dunia yang tidak memerlukan air. Sang Khalik menurunkan hujan dari langit air yang amat bersih, menjadikan segala sesuatu hidup, subur, agar bumi hijau, lalu di tumbuhkan segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik (hutan, kebun, taman) (Surat Al Baqarah: 22, Surat An Nahl: 65, Surat Al Kahfi: 45).

Kota harus didukung ketersedia an air bersih yang memadai dari sumber mata air dalam dan air permukaan yang terjaga kelestariannya serta meningkatkan pasokan air baku. Sang Khalik menurunkan hujan menurut ukur an/ kadar yang diperlukan dan bergiliran, lalu menetap di bumi (sungai, situ, danau, embung, wa duk, bendungan, laut) untuk mencegah banjir dan kekeringan (Surat Al Mu’minun: 18, Surat Al Furqan: 50, Surat Ar Rum: 48).

Keempat, pembangunan hutan harus dimulai dari hulu (sumber mata air di pegunungan) hingga ke hilir (laut). Hutan lindung, hutan belantara, hutan hujan tropis di pegunungan merupakan hutan alami yang berperan penting melindungi sumber air, menyuplai kebutuhan masyarakat sekitar (air bersih, bahan pangan, obat herbal), serta menjaga kelestarian ekosistem alam.

Hutan lindung/kota/mangrove berfung si meresapkan air ke tanah, meredam banjir, memperbaiki dan menjaga iklim mikro dan nilai estetika, menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota, serta melestarikan keanekaragaman hayati.

Sumber pasokan air harus dijaga kebersihan dan kelestariannya untuk menjamin kualitas, kuantitas, dan kontinuitas ketersediaan air baku. Sumber pasokan air berupa air permukaan statis (situ, danau, embung, waduk, bendungan), air permukaan dinamis (sungai), air hujan, air dang kal, air tanah dalam, dan air laut (desalinasi).

Kesemuanya mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke laut secara alami. Kota juga harus mempercepat pembangunan jaringan perpipaan air minum yang mencakup seluruh wilayah kota.

Dengan melestarikan hutan dari hulu ke hilir akan menjamin keberlanjutan (air lestari) kehidupan kota dan kita (Surat Luqman: 34, Surat Zukruf: 11, Surat Al Jasiyah: 5, Surat Qaf: 11, Surat Al Qamar: 11-12).

*) Koordinator Kemitraan Kota Hijau

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN