Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT IndoSterling Technomedia Tbk

Direktur Utama PT IndoSterling Technomedia Tbk

Big Data sebagai Solusi Menghadapi Pandemi Covid-19

Rabu, 4 Agustus 2021 | 22:38 WIB
Billy Andrian *)

Pandemi Covid-19 merupakan masalah yang tengah dihadapi dunia. Di Indonesia masalah yang ditimbulkan pandemi ini lebih b eragam. Mulai dari banyaknya warga yang tidak mendapat bantuan sosial (bansos), Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang tidak terdaftar sehingga warga gagal mendapat vaksin, hingga keriuhan netizen di jagat maya yang meributkan angka infeksi serta kematian akibat Covid-19 di Tanah Air.

Deretan masalah tadi sesungguhnya menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh seluruh rakyat Indonesia. Tapi sayang, selama dua tahun terakhir, Indonesia tampak begitu gagap dan payah dalam mengantisipasi pagebluk yang menghantam negeri ini. Beragam masalah yang timbul ini justru membuat rakyat terpecah dengan pemahamannya masing-masing.

Di sisi lain, pemerintah ber upaya untuk menuntaskan pandemic Covid-19 di Indonesia dengan berbagai cara.

Mulai penetapan protokol kesehatan, vaksinasi, hingga rutin mengeluarkan kebijakan dengan alasan menyesuaikan keadaan. Tapi sayang, itupun belum terlihat membuah kan hasil yang maksimal. Kebija kan yang terus berganti juga di ni lai malah memperkeruh ke a da an oleh sebagian kalangan.

Padahal, jika dibedah lebih dalam, semua padangan dan kebijakan memiliki alasan ter sen diri. Intinya, ada nyawa yang dipertaruhkan dan ada ekonomi yang menjadi beban. Sementara jika melihat pada deretan masalah yang dibahas sebelumnya, semuanya bermuara atau merupakan hasil dari data yang kurang akurat.

Ada dua bentuk teknologi yang sekiranya bisa diimplemen tasikan untuk membantu pemerintah Indonesia dalam meng atasi masalah yang timbul akibat pandemic Covid-19.

Dua teknologi itu adalah big data dan machine learning. Dua teknologi ini sedang naik daun dan telah ba nyak dimanfaatkan oleh industri dan korporasi yang berbasis teknologi digital.

Secara konsep, big data bisa menjadi jalan keluar terhadap karut-marut data yang dikeluhkan banyak orang di media sosial. Seperti halnya perkara KTP tidak terdaftar saat vaksin, persoalan angka korban yang terinfeksi, hingga berapa banyak warga yang harus menjemput ajal akibat Covid-19.

Di sisi lain, Indonesia sendiri memiliki tantangan cukup berat. Hal itu mengingat data yang harus dikumpulkan berasal dari data fasilitas kesehatan dan dinas kesehatan daerah yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Jika dari awal konsep atau infrastruktur teknologi data tidak disiapkan dengan matang, kemungkinan terjadinya duplikasi atau data “tidak bersih” bisa menjadi risiko.

Apa yang ditawarkan big data ini setidaknya mampu menjawab pertanyaan- pertanyaan tersebut. Big data tidak hanya bekerja de ngan menampung data dalam jumlah besar, tetapi juga mampu dimanfaatkan untuk menampung data dengan berbagai macam bentuk serta data dari banyak sumber.

Perancangan yang matang terhadap konsep pengelolaan data juga bisa membantu adanya integrasi dengan beragam sistem. Misalnya, dinas terkait bisa mengambil data masyarakat yang terjangkit Covid-19 untuk di ja dikan daftar penerima manfaat bansos. Atau, bisa juga dibagikan ke komunitas maupun gerakan masyarakat yang ingin berkontribusi dalam membantu masyarakat lain yang terdampak Covid-19.

Di level lain, penggunaan big data ini bisa juga dikombinasikan dengan pemanfaatan machine learning. Ini adalah sebuah teknologi yang banyak digaungkan sebagai teknologi yang mampu memberikan rekomendasi berdasarkan data yang dipelajari.

Sederhananya, big data adalah sumber belajar sempurna bagi teknologi ini. Mari kita bayangkan sejenak, seandainya saja Indonesia memiliki data seperti siapa saja yang terdampak, daerah mana yang memiliki tingkat kematian ter tinggi, sampai daerah mana saja yang jadi episentrum penyebar an Covid-19, maka sudah pasti pe merintah akan bisa leluasa menentukan kebijakan apa yang harus diambil.

Kebijakan itu pun menjadi sangat spesifik, tergantung kepada kondisi daerah atau lokasi tertentu.

Lebih jauh lagi, machine learning yang diimplementasikan de - ngan baik dan didukung oleh da ta mumpuni, setidaknya akan mampu memberikan rekomenda si kondisi seperti apa saja ke ren tanan risiko penularan, ke mung kinan siapa saja yang men jadi kontak erat, dan lain se bagainya.

Tantangan Implementasinya di Indonesia

Sekali lagi, ketika kita berimajinasi tentang pemanfaatan teknologi canggih di Indonesia, tentunya bukanlah hal yang salah atau dilarang.

Toh, dua teknologi —big data dan machine learning— sekarang ini sudah dieksplorasi di banyak perusahaan teknologi di Indonesia. Artinya, peluangnya sudah dekat. Tinggal menunggu kesempatan saja untuk dikolaborasikan menjadi nyata.

Namun, Indonesia punya tantangan yang lebih serius. Tantangan itu adalah pengelolaan data yang baik. Benar bila big data bisa dikembangkan dalam banyak hal dan dikolaborasikan dengan banyak teknologi lain.

Tapi perlu diingat, hal paling penting dari konsep big data itu adalah pengelolaan data yang baik, yakni data yang valid dan data yang sesuai dengan keadaan. Masalah data ini sebenarnya hadir tidak hanya terbatas pada saat pengelolaan saja, tetapi pada saat data itu kali pertama dicatat.

Perpindahan dari data fisik ke dalam data digital atau pencatatan awal menjadi proses yang memegang peran krusial. Data yang masuk harus merupakan data valid dan sesuai. Akan percuma jika memiliki teknologi canggih dan terkini, tapi data yang ada di dalamnya sama sekali tidak relevan. Jika masalah validitas data bisa teratasi, maka big data dan machine learning bisa jadi dua hal yang sangat membantu di masa pandemi ini.

Belum Terlambat untuk Mulai Merencanakan

Untuk membuat big data dan machine learning tidak berhenti sebagai sebuah jargon, maka Indonesia harus membuat peta jalan untuk infrastruktur data da lam banyak hal. Karena tak hanya kesehatan, potensi pemanfaatan big data juga dapat dimanfaatkan pada banyak sektor.

Mulai dari pendidikan, perekonomian, sosial, politik dan lain sebagainya. Kini, hal paling dekat dengan kita sekarang adalah menye lamat kan perekonomian dan pa ri wisata.

Mungkin hal ini bisa dimulai dengan membuat perancangan infrastruktur data untuk melihat sejauh mana dampak pandemic terhadap pengangguran, kinerja usaha mikro, kecil, dan me nengah (UMKM), dan geliat pariwisata.

Kemudian, data yang ada itu bisa dijadikan landasan kebijakan penyaluran bantuan pra-kerja, ban tuan UMKM, hingga promosi pariwisata. Hal lainnya, bisa juga dimanfaatkan dalam dunia pendidikan untuk melihat sejauh mana efektivitas belajar di rumah.

Dalam hal ini bisa dilihat metode apa yang sesuai untuk setiap siswa dan bagaimana perlakuannya di setiap daerah. Semua itu bisa dirancang secara spesifik.

Melihat bagaimana big data dan machine learning bekerja, teknologi ini adalah alat bantu paling masuk akal di tengah krisis seperti sekarang ini. Dengan catatan, semua itu hanya bisa terwujud jika teknologi itu diimplementasikan dengan benar.

Rasanya, Indonesia masih be lum terlambat—bahkan untuk sekadar merencanakannya. Mung kin di masa tatanan normal baru ini, menyiapkan yang lebih siap dan lebih baik menjadi kebutuhan yang harus dijalankan Indonesia.

Sekarang adalah waktunya untuk memanfaatkan teknologi canggih sekaligus mulai belajar memperbaiki akurasi data yang selama ini masih menjadi persoalan pelik di negeri ini.

*) Direktur Utama PT IndoSterling Technomedia Tbk

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN