Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Muhkamat Anwar, Pegawai di Direktorat Jenderal Pajak , Kementerian Keungan.

Muhkamat Anwar, Pegawai di Direktorat Jenderal Pajak , Kementerian Keungan.

Mekanisme Transisi Energi dan Dukungan Aksi Iklim

Rabu, 19 Januari 2022 | 10:37 WIB
Muhkamat Anwar *)

Pertumbuhan ekonomi yang masif telah menciptakan peluang dan tantangan yang besar. Sebagai wilayah berkembang, Asia Tenggara telah diuntungkan dari peningkatan pendapatan dan pengurangan kemiskinan yang substansial. Di sisi lain, memiliki kecenderungan peluang terdampak bencana alam, yang diperburuk oleh perubahan iklim.

Tingkat polusi udara dan emisi berbahaya yang dihasilkan oleh penggunaan bahan bakar fosil di sektor energi perlu perhatian dan penanganan konkret. Asia Tenggara dapat mencapai tujuan penanganan perubahan iklim melalui transisi dari energi berbasis batu bara dalam waktu dekat. Melalui kerja sama dengan Asian Development Bank (ADB),

Indonesia mengambil langkah dalam upaya transisi menuju energi ramah lingkungan untuk mendukung, mempelajari, dan merintis Energy Transition Mechanism (ETM) yang terukur. ETM merupakan program yang akan mampu meningkatkan energi infrastruktur dan mengakselerasi transisi energi menuju target nol-bersih emisi dengan prinsip adil dan terjangkau. ETM adalah pendekatan transformasi keuangan campuran untuk menghentikan pembangkit listrik tenaga batu bara yang ada dan menggantinya dengan kapasitas listrik bersih.

Dengan menghilangkan batu bara dari bauran energi di kawasan Asia Tenggara, Indonesia akan memberikan kontribusi besar terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca global, dan menggeser ekonomi menuju jalur pertumbuhan rendah karbon.

Manfaat ETM

Transisi dari batu bara ke energi terbarukan harus menjadi prioritas jika ingin mencapai target pengurangan emisi yang dibutuhkan. Mekanisme transisi energi bisa menjadi cara untuk mempercepat peralihan ke energi terbarukan di negara berkembang. Untuk mendorong negara-negara berkembang meminimalisasi penggunaan listrik dari batu bara dalam dekade yang akan datang tentu membutuhkan upaya besar un tuk membiayai, melengkapi, dan memungkinkan transisi energi.

Penerapan ETM akan menjaga iklim, masyarakat lokal, ekonomi, dan secara signifikan mempersingkat masa penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara, serta membuka investasi baru dalam energi berkelanjutan dan terbarukan.

Penerapan ETM akan memberikan dampak dan manfaat bagi dunia. Pertama, mempercepat aksi iklim: negara yang berpartisipasi dalam ETM akan dapat mencapai target emisi.

Kedua, mengurangi biaya energi: mempercepat penghentian penggunaan listrik berbahan bakar batu bara akan meningkatkan permintaan energi bersih sebanyak 2-3 kali lipat, sehingga menurunkan biaya dalam jangka panjang.

Ketiga, mendorong investasi dalam transisi energi: dapat membuka investasi dalam menciptakan energi terbarukan yang hemat biaya. Keempat, dapat mendorong pengurangan emisi global yang signifikan.

Dukungan ADB

Ilustrasi Transisi energi: Investor Daily
Ilustrasi Transisi energi: Investor Daily

Mekanisme transisi energi yang akan dibentuk oleh Asian Development Bank dan pemerintah Indonesia dapat menyederhanakan peralihan ke energi terbarukan serta memastikan keamanan energi dan memitigasi perubahan iklim. ETM yang diumumkan pada KTT COP26 di Glasgow adalah kali pertama untuk wilayah Asia Tenggara dan akan membantu Indonesia dalam modernisasi infrastruktur energi, memastikan transisi energi yang adil dan inklusif, serta penyediaan listrik yang terjangkau bagi konsumen.

Presiden ADB Masatsugu Asakawa mengatakan bahwa ETM mampu membuat transformasi melawan perubahan iklim di Asia dan Pasifik. Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pionir da lam proses minimalisasi penggunaan batu bara dari bauran energi, memberikan kontribusi substansial terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca global, dan menggeser ekonomi menuju jalur pertumbuhan rendah karbon.

Penerapan ETM memungkinkan terciptanya pekerjaan ramah lingkungan, sebuah pembangunan yang akan membantu merevitalisasi ekonomi dan mendorong pertumbuhan nasional. Penggunaan listrik di Indonesia sekitar 67% berasal dari batu bara, dan oleh karena itu meningkatkan penyebaran energi terbarukan sangat penting untuk mitigasi per ubahan iklim.

Hal ini akan memungkinkan Indonesia untuk mencapai pengurangan emisi sebesar 29% pada tahun 2030 dan mencapai nol emisi pada tahun 2060. ADB akan mendukung Indonesia dengan fokus pada perubahan iklim global dan pemangku kepentingan pemerintah dalam melakukan studi kelayakan untuk berbagai kasus bisnis yang dapat membantu mempercepat transisi energi.

Dua mekanisme pendanaan yang akan diujicobakan yaitu mekanisme pertama untuk penggunaan kembali pembangkit listrik tenaga batu bara pada garis waktu yang dipercepat, dan metode lain akan difokuskan pada new clean energy investments dalam pembangkitan, penyimpanan, dan peningkatan jaringan.

Selama periode tiga sampai lima tahun, ADB akan membantu pemerintah Indonesia untuk mengembangkan dan memberlakukan kebijakan yang akan membantu meningkatkan pendanaan dalam energi terbarukan dan menciptakan bisnis yang layak untuk teknologi energi bersih. ETM akan meningkatkan sumber daya keuangan yang diperlukan untuk mempercepat penghentian lima hingga tujuh pembangkit listrik tenaga batu bara di Indonesia selama periode yang sama. Inisiatif tersebut diharapkan dapat membantu Indonesia memangkas 50% armada batu bara selama 10-15 tahun ke depan.

Dengan kata lain dapat membantu mengurangi emisi sebesar 200 juta ton per tahun atau setara dengan menghilangkan 61 juta mobil dari jalan. Indonesia telah menetapkan target untuk mencapai 23% pangsa energi terbarukan dalam total energi pada tahun 2025 dan berencana untuk tidak memiliki pembangkit listrik batu bara baru setelah tahun 2030.

Transisi Energi di Indonesia

Melalui pinjaman World Bank, Pembangkit Listrik Tenaga Air Pumped Storage pertama di Indonesia dikembangkan untuk mendukung transisi energi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik, serta mendukung transisi energi dan dekarbonisasi negara.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, antara lain melalui pengembangan energi terbarukan, konservasi energi, dan penggunaan teknologi energi bersih. Penurunan emisi di sektor energy akan didorong oleh pembangkitan energi baru dan terbarukan, serta penerapan efisiensi energi.

Langkah utama untuk mendukung agenda dekarbonisasi Indonesia adalah pengembangan penyimpanan energi yang memungkinkan integrasi energi terbarukan ke dalam jaringan. Pem bangkit listrik tenaga air Pumped Storage memainkan peran penting dalam pendekatan ini.

Pembiayaan tersebut mendukung pembangunan PLTA Upper Cisokan yang berlokasi antara Jakarta dan Bandung dengan kapasitas sekitar 1.040 MW. Fasilitas tersebut akan memiliki kapasitas pembangkit listrik yang signifikan untuk memenuhi permintaan yang tinggi. Dan yang juga penting, menyediakan kapasitas penyimpanan yang signifikan untuk memungkinkan penetrasi energi terbarukan yang lebih besar serta mengurangi beban transmisi yang meningkat. Ha sil pasokan listrik yang lebih ramah lingkungan dan andal juga akan menguntungkan konsumen di Jawa-Bali.

Proyek ini akan membantu meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi sistem dalam menyeimbangkan pasokan dan permintaan.

Oleh karena itu, proyek ini dapat meningkatkan keandalan dan kualitas layanan listrik di Ja wa-Bali. Ini juga bertujuan un tuk mendukung pemerintah da lam mengintegrasikan variabel energi terbarukan ke dalam ja ringan Jawa-Bali dengan sistem sustainable.

*) Pegawai di Direktorat Jenderal Pajak , Kementerian Keungan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN