Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto

Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto

Optimisme UMKM Melalui Restrukturisasi Kredit

Kamis, 3 Desember 2020 | 19:26 WIB
Eko Listiyanto *)

Pandemi Covid-19 yang belum berakhir, tidak hanya membuat seluruh masyarakat khawatir akan kesehatan dan keselamatan diri, tetapi juga bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Ia tidak hanya terpukul oleh penurunan pendapatan tetapi juga kesulitan mendapatkan bahan baku. Kesulitan UMKM belumlah usai, dengan masuknya perekonomian Indonesia dalam jurang resesi.

Menurut Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Mene ngah (2020), seti daknya terdapat 300.000 laporan dari para pelaku UMKM yang terdam pak pandemi. Data Bank Indonesia juga menguatkan, sekitar 72,6% UMKM terdampak pandemic Covid-19. UMKM yang terpukul men capai 41,5%, eksportir mencapai 95,4%, dan UMKM kerajinan dan pendukung pariwisata mencapai 89,9%.

Berbagai respons kebijakan dila kukan pemerintah untuk membantau UMKM, salah satunya melalui kebijakan restrukturisasi kredit oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lembaga ini turut menjaga perekonomian Indonesia me nguatkan peran sektor jasa keuangan, mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menstimulus dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, menempatkan industri jasa keuangan sebagai katalis meng gerakkan roda perekonomian dan memberikan dukungan bagi sektor rill.

OJK setidaknya telah membuat 11 Peraturan POJK di sektor perbankan, lembaga keuang an non-bank, dan pasar modal, dalam rangka memitigasi dampak Covid-19 dan meredam volatilitas keuangan, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan.

Optimisme UMKM

Salah satu kebijakan yang dibuat oleh OJK yaitu restrukturisasi kredit. Sejak Maret hingga November 2020, jumlah restrukturisasi kredit perbankan mencapai Rp 932,4 triliun dari 7,53 juta debitur. Sementara untuk sektor UMKM mencapai Rp 369,8 triliun berasal dari 5,84 juta debitur.

Program restrukturisasi kredit yang dimulai pada Maret 2020 berhasil mengembalikan kepercayaan diri para pelaku UMKM. Wa lau pada awalnya kredit UMKM pada periode Maret-Juli 2020 sem pat mengalami penurun an, kredit UMKM terus tumbuh sejak Agustus 2020.

Pada Juli 2020, penyaluran kredit UMKM hanya mencapai Rp 1.013,75 triliun, terus meningkat pada Agustus dan hingga September tercatat Rp 1.023,6 triliun. Upaya menjaga kredit tetap mengalir ke sektor UMKM menjadi salah satu faktor kunci agar perekonomian Indonesia dapat segera keluar dari zona resesi.

Program restrukturisasi kredit ini akan dilanjutkan oleh OJK hingga Maret 2022. Ini merupakan sebuah langkah positif guna memastikan kebijakan yang sudah dikeluarkan dapat menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dari tekanan ekonomi akibat pandemic Covid-19. Kebijakan OJK ini juga membantu pelaku usaha khususnya UMKM, di tengah ketidakpastian perekonomian di tahun 2020. Lebih dari itu, restrukturisasi kredit akan membantu perbankan dan nasabah melewati masa sulit dalam mencapai pemulihan.

Dari  survei yang dilakukan oleh Mandiri Institute (2020), perpanjangan restrukturisasi kredit mendapatkan dukungan dari kalangan pengusaha UMKM karena menjaga harapan dalam menghadapi Covid-19.

Salah satu yang juga harus segera dilakukan oleh para pengusaha UMKM adalah melakukan transformasi penjualan produk ke teknologi digital. Dari data Kementerian Koperasi dan UMKM (2020) baru 13% pengusaha UMKM yang memanfaatkan teknologi digital. Untuk itu, kehadiran platform marketplace digital “UMKM-MU” yang diluncurkan OJK bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-9, akan membuka ruang akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan UMKM secara online. Para pengusaha UMKM dapat mengakses dan menjual pro duknya di platform ini tanpa dipungut biaya serta mendapat pembinaan dari seluruh kantor regional OJK di seluruh Indonesia.

Sektor UMKM merupakan sektor yang sangat penting bagi ekonomi Indonesia, terbukti dengan pe nyerapan tenaga kerja hingga 117 juta orang, kontribusi UMKM ter hadap perekonomian mencapai 61,1%. Oleh karena itu, UMKM di Indonesia harus selalu menjadi pri madona, mendapatkan sokongan dari semua pihak. Roda perekonomian Indonesia saat ini bisa dika ta kan berada di tangan UMKM. Jika ingin ekonomi Indonesia pulih, kun ci nya UMKM harus digerakkan kembali.

OJK Harapan UMKM

Program restrukturisasi kredit bagi ekonomi Indonesia merupakan upaya yang perlu terus dilanjutkan hingga dampak pandemi Covid-19 selesai. Pandemi yang belum diketahui waktu berakhirnya, dapat me mupuskan harapan.

Untuk itu seluruh pihak, khususnya OJK, da pat terus menjaga kepercayaan diri pengusaha UMKM dengan terus mendukung UMKM. Pengawasan perlu terus ditingkatkan dalam penyaluran kredit bagi UMKM, agar dapat segera terserap secara maksimal. Kurangnya pengawasan secara menyeluruh terhadap program ini akan da pat mengurangi dampak yang diharapkan bagi pemulihan ekonomi nasional.

Terakhir, berbagai upaya yang dilakukan OJK sudah sejalan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo saat ulang tahun OJK ke-9 yang berharap agar OJK mengambil tanggung jawab lebih besar dalam membantu UMKM, agar kembali produktif menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Untuk UMKM dan untuk Indonesia.

*) Wakil Direktur Indef

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN