Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Agus Sugiarto, Advisor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Agus Sugiarto, Advisor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Prospek Bank Syariah hasil Merger

Rabu, 14 Oktober 2020 | 21:20 WIB
Agus Sugiarto *)

Rencana pemerintah menggabungkan bank-bank milik BUMN yang berstatus bank umum syariah terus dikonkretkan dan akan mengubah jumlah pelaku industri perbankan syariah di Tanah Air. BRISyariah telah ditetapkan menjadi entitas yang menerima penggabungan dari merger tiga bank syariah BUMN. Dua bank yang masuk dalam merger tersebut yakni BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri. Cenderung meredup.

Hal ini dapat dilihat dari proyeksi Dana Moneter International (IMF) yang dirilis Juli 2019 lalu yang kembali memangkas pertumbuhan ekonomi global tahun 2019 menjadi 3,2% (yoy) dari sebelumnya 3,3% (yoy). Ini merupakan pemangkasan yang ketiga di tahun ini.

Langkah yang sama juga dilakukan oleh Bank Dunia yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2019 menjadi 2,6% (yoy) dari sebelumnya 2,9% (yoy).  

Pemerintah mengharapkan pada kuartal pertama 2021 nanti sudah terbentuk bank baru hasil merger. Apabila penggabungan tersebut terwujud, maka kita akan memiliki bank BUMN syariah yang lebih besar dan diproyeksikan pada kuartal I-2021 memiliki total aset Rp 220-225 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal II-2020, total modal inti ketiga bank tersebut mencapai Rp 19,44 triliun. Sudah waktunya bagi kita sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki bank syariah yang besar seperti yang dimiliki negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim.

Sebagai perbandingan, Malaysia yang jumlah penduduknya jauh lebih kecil dari kita, memiliki Maybank Islamic dengan aset Rp 834 triliun dan CIMB Islamic Bank dengan aset sekitar Rp 353 triliun.

Sangatlah wajar apabila ke depan kita memiliki bank syariah yang lebih besar untuk mendukung dan melayani kebutuhan jasa perbankan syariah baik bagi kelompok muslim maupun nonmuslim. Semakin besar aset bank syariah, semakin besar pula kemampuan bank tersebut dalam menjalankan fungsi intermediasi dalam memberikan pembiayaan ke sektor riil.

Keuntungan Merger

Terlepas dari apa yang menjadi latar belakang untuk melakukan penggabungan usaha bank-bank syariah milik pemerintah tersebut, dari sisi mikro, penggabungan tersebut tentunya memberikan beberapa manfaat. Pertama, dengan penggabungan tersebut diharapkan muncul sinergi dalam wujud efisiensi dalam pengelolaan operasional bank, sehingga bisa menekan beban operasional.

Kedua, penggabungan aset dari beberapa bank tersebut menjadi satu aset yang lebih besar tentunya akan memberikan kapasitas yang lebih tinggi dalam penyaluran kredit.

Ketiga, dengan jaringan kantor yang semakin banyak dan luas, memudahkan bank hasil merger tersebut melayani masyarakat Indonesia sampai ke daerah yang mungkin belum terlayani jasa perbankan syariah.

Keempat, diversifikasi produk dan jasa perbankan syariah menjadi lebih beragam sehingga memungkinkan segala kebutuhan per bankan masyarakat dapat dipenuhi di bank syariah.

Kelima, memperkuat permodalan bank, sehingga mampu meningkatkan daya saing dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat maupun menghadapi potensi risiko yang lebih besar.

Peran Besar Menanti

Dari sudut pandang kacamata makro, penggabungan bank-bank syariah yang dimiliki oleh pemerintah diharapkan memberikan peran yang lebih besar bagi perekonomian nasional dan masyarakat.

Pertama, saat ini kontribusi aset perbankan syariah terhadap total aset perbankan nasional baru sekitar 6% saja, sehingga kehadiran bank umum syariah yang berkapasitas besar diharapkan memperbesar kue perbankan syariah dalam jangka panjang.

Kedua, walaupun jumlah penduduk muslim di Indonesia sangat besar dan mayoritas, namun belum sepenuhnya mengenal dan paham dengan perbankan syariah.

Oleh sebab itu, ceruk pasar produk dan jasa perbankan syariah di Indonesia masih sangat besar dan menjanjikan.

Ketiga, cukup banyak masyarakat selama ini masih enggan berhubungan dengan bank umum konvensional karena masalah bunga (riba). Dengan kehadiran bank umum syariah diharapkan mereka mau memanfaatkan perbankan syariah karena mereka tidak menggunaan prinsip bunga dalam operasionalnya, melainkan prinsip bagi hasil.

Keempat, kompetisi antara bank umum konvensional dan bank umum syariah saat ini dirasakan tidak seimbang, mengingat tujuh bank yang ada di Buku 4 saat ini tidak satupun yang merupakan bank syariah. Dengan kehadiran bank syariah yang lebih besar dan masuk Buku 4, diharapkan kompetisi perbankan di Indonesia bukan hanya didominasi oleh bank-bank umum konvensional saja, melainkan juga dengan bank umum syariah.

Kompetisi antara bank umum konvensional dengan bank umum syariah akan menguntungkan masyarakat pengguna jasa bank, karena mereka memiliki alternatif pilihan yang lebih banyak.

Kelima, munculnya bank umum syariah yang berkapasitas besar tentunya akan mempermudah jangkauan kepada kelompok masyarakat yang selama ini membutuhkan produk dan jasa perbankan syariah, namun belum bisa terlayani. Masyarakat yang tinggal di daerah terpencil atau pedalaman yang menginginkan akses perbankan syariah akan terlayani apabila kita memiliki bank umum syariah besar yang beroperasi sampai daerah terpencil.

Prospek ke Depan

Masyarakat tentunya sangat berharap kehadiran bank syariah baru hasil penggabungan dari bank-bank syariah milik pemerintah tersebut mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi mereka. Bagi pemerintah sendiri, kehadiran perbankan syariah yang kuat merupakan bagian dari industri keuangan syariah dalam mendukung terwujudnya ekonomi syariah.

Hal ini telah telah dituangkan dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI 2019-2024) yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Mei 2019. Dengan ada nya MEKSI tersebut, diharapkan kehadiran ekonomi syariah dapat memberikan kontribusi dan dukungan terhadap pertumbuhan eko nomi Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi dalam jangka panjang.

*) Advisor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tulisan ini merupakan pandangan pribadi dari penulis

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN