Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nirwono Joga, Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan

Nirwono Joga, Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan

Sang Ikon Perubahan Iklim

Minggu, 28 November 2021 | 07:43 WIB
Nirwono Joga *)

KTT Perubahan Iklim COP-26 di Glasgow, Skotlandia, telah berakhir dengan berbagai rekomendasi upaya penyelamatan bumi. Satu hal yang menarik ialah seluruh peserta sepakat dan berkomitmen untuk menanam pohon lebih banyak lagi di negeri masing-masing. Motivasi yang tinggi untuk menanam pohon saat ini sangat diperlukan sebagai bentuk antisipasi pemanasan global dan mitigasi perubahaniklim.

Pohon telah menjadi primadona perubahan iklim, ikon penyelamat bumi. Pohon merupakan aset, potensi, dan investasi kotajangka panjang. Berbagai perayaanatau peringatan di tingkatlokal, regional, hingga nasional seringkali dipuncaki dengan menanampohon.

Menanam pohon sama artinya menjamin kelangsungan hidup kita dan kota. Rasulullah pun memotivasi kaum Muslimin untuk menanam pohon. Dengan menaman pohon, kita akan mendapatkan ke untung an yang berkelanjutan dunia dan akhirat yang jauh lebih baik.

Sesungguhnya Allah telah ridla terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadaKu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya) (Surat AlFath: 18).

Pohon telah lama memberikan jasa lingkungan bagi keberlanjutan semua makhluk hidup. Pohon memang tidak bisa bergerak. Ia “hanya” bertumbuh-kembang,meninggi, dan membesar. Kanopi pepohonan meneduhi dan menyejukkan iklim mikro serta menurunkan suhu warga dan kota.

Dedaunan menyerap karbondioksida dan gas polutan, menurunkan gas emisi karbon. Dan melalui proses fotosintesis, daun-daun melepaskan oksigen untuk kita bernapas. Bunga dan buah memberikan keindahan lingkungan, plasma nutfah sumber pangan dan bahan farmasi bernilai ekonomi tinggi.

Batang pohon yang kokoh, dahan dan ranting yang kuat, telah menjadi rumah habitatdan tempat berkembang biak beragam satwa liar. Akar pohon yang menghujam ke dalam tanah mencegah tanah longor, serta menyerap dan menyimpan air sebanyak-banyaknya untuk meredam banjir dan sebagai cadangan air tanah di musim kemarau.Allah mengumpamakan tauhid bagaikan sebuah pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit dan memberikan buahnya setiap musim (Surat Ibrahim: 24-25).

Program penanaman pohon harus terus dilakukan di lahan kritis, sekitar sumber air, kawasan perbukitan dan pegunungan. Hutan lindung harus di konservasi, bebas bangunan, dan pelestarian pohon (tidak boleh ditebang). Pohon berfungsi sebagai konservasi sumber mata air, mempertahankan keresapan air tanah secara optimal, serta penjaga kelestarian alam.

Di kawasan perkotaan, pohon menjadi oase surga kota, sebagai peneduh dan pengarah jalan, penyejuk iklim mikro lingkungan sekitar, penyerap pulau-pulau panas kota, penyerap air peredam banjir, serta penahan longsor dan erosi di bantaran sungai. Di taman dan hutan kota, pohon menjadi magnet rumah habitat satwa liar, menyaring radiasi sinar matahari, pabrik oksigen, ruang interaksi sosial, meningkatkan kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan dengan teduh pepohonan dan mendapat buah-buahan dari macam-macam yang mereka ingini (Surat Al Mursalat: 41-42).

Di kawasan pesisir pantai, pohon membentuk hutan pantai/ mangrove. Benteng alami ini berguna untuk menahan serangan badai, meredam banjir rob (limpasan air laut), terjangan ombak yang alamiah sekaligus menghalau abrasi pantai, bahkan memperlambat gelombang tsunami. Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir pantai yang memiliki keanekaragaman hayati yang kaya dan bernilai ekonomi tinggi.

Penanaman pohon mensyaratkan jenis pohon sesuai kondisi lingkungan (kawasan pantai, dataran rendah, pegunungan), kebutuhan fungsi (ekologis, ekonomi, estetis, arsitektural, evakuasi), ketetapan cara (standar keamanan, keselamatan, kenyamanan), pengadaan perbanyakan (biji, stek, cangkok), waktu penanaman (musim hujan, kemarau), teknik perawatan dan pemeliharaan (pemangkasan, pemupukan, perbanyakan), serta penyediaan dan pendistribusian (pemassalan pohon besar).

Selain itu, pohon perlu segera didata dan diberi nomor (registrasi pohon), dideteksi tingkat kesehatan dan diambil tindakan (sehat, perlu perawatan, pemangkasan ringan, penebangan), serta dilindungi (asuransi pohon).

Pemerintah harus memiliki standar kerja, kompetensi pekerjaan, tenaga pengawas pohon dan pelaksana pemeliharaan pohon bersertifikat. Pemangkasan dahan, pembentukan percabangan batang, dan penebangan pohon dilakukan melalui prosedur standar operasional yang jelas dan ketat. Unit reaksi cepat tanggap yang siap siaga 24 jam diperlukan untuk mengantisipasi dan menangani pohon tumbang.

Musim hujan merupakan waktu terbaik untuk menanam pohon. Menanam pohon merupakan simbol suatu bentuk menebar kebaikan yang memberikan kebermanfaatan bagi semua makhluk, mewujudkan keharmonisan dalam kehidupan di bumi, serta bentuk anugerah rahmatan lil alamin. Dan tumbuhtumbuhan dan pohon-pohonan keduanya tunduk kepada Sang Khalik (Surat Ar Rahman: 6).

*) Koordinator Pusat Studi Perkotaan

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN