Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Webinar Implementasi Transaksi Pembayaran Digital QRIS bagi UMKM yang digelar The Iconomics

Webinar Implementasi Transaksi Pembayaran Digital QRIS bagi UMKM yang digelar The Iconomics

QRIS Jadi Sarana Masuknya UMKM ke Ekosistem Digital

Minggu, 26 September 2021 | 16:30 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Transaksi digital dengan QRIS merupakan pintu masuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ke dalam integrasi ekosistem digital, tidak hanya terkait sistem pembayaran, tetapi juga terkait rantai pasok hingga akses pada pembiayaan.

“Kita lihat QRIS ini akan memfasilitasi bukan hanya proses akuisisi data, tetapi data-data transaksi bisa di-capture dan bisa membentuk profil kredit yang bisa membantu UMKM untuk mendapatkan pendanaan lebih lanjut baik dari bank maupun dari lembaga bukan bank,” kata Asisten Gubernur/Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta dalam webinar ‘Implementasi Transaksi Pembayaran Digital QRIS bagi UMKM’ yang digelar The Iconomics, seperti dikutip dari rilis yang diterima Minggu (26/9/2021).

Filianingsih memaparkan, penggunaan metode QRIS pada UMKM terus mengalami pertumbuhan. Implementasi QRIS secara nasional yang efektif berlaku mulai 1 Januari 2020 telah digunakan merchant sekitar 10,45 juta hingga 17 September 2021.

Ia mengatakan tahun ini BI menargetkan QRIS bisa digunakan oleh 12 juta merchant. Dari jumlah 10,45 juta merchant tersebut, Filianingsih mengatakan 96% adalah merchant UMKM.

“Jadi, QRIS ini sudah dinikmati mulai dari berbagai segmen dari pedagang kaki lima, sampai konter terkemuka di mal dan rumah-rumah ibadah,” kata Filianingsih, dalam webinar yang juga menghadirkan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi, Asisten Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ginanjar, Staf Khusus Menteri bidang Digital dan SDM / Juru Bicara Kementerian Kominfo RI Dedy Permadi, Transaction Banking Director Bank BCA Santoso Liem, Vice President Retail Payment Division Bank BRI Ahmad Furkon, Ketua Umum Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) Apik Primadya, dan Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero.

QRIS sudah masuk di 34 provinsi dan 480 kabupaten kota di Indonesia dan jumlah penyelenggaranya ada 66 penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). Filianingsih mengatakan QRIS juga sudah disinergikan dengan berbagai program pemerintah seperti Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Gerakan Nasional Berwisata di Indonesia Saja, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) hingga pengadaan oleh pemerintah.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi mengapresiasi semua pemangku kepentingan dalam membantu peningkatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui sarana digital. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat bersaing di tingkat global di masa mendatang.

“Karena Indonesia adalah pasar yang besar. Jadi saya kira dengan pembayaran model QRIS ini kita mengimpikan suatu UMKM yang besar bersaing secara global, kita bisa ikut semacam watch convention yang seperti di Dubai atau di Beijing,” kata Fathan.

Untuk terciptanya transaksi yang aman bagi masyarakat terutama untuk UMKM, kata Fathan, Komisi XI terus menjalin komunikasi dengan BI untuk memastikan program digitalisasi UMKM dengan QRIS berjalan dengan baik. Juga bisa menjadi salah satu transaksi yang aman, melindungi konsumen dan transaksi yang bisa memberikan dampak yang cukup signifikan bagi peningkatan UMKM.

“Minimal setiap tahun kita akan pantau berapa persentase yang bisa kita lakukan berapa UMKM yang bisa kita tuntaskan. Dengan pembayaran QRIS ini kita betul-betul menuju suatu digitalisasi yang massif, dan tentu ini akan menjadikan suatu kata kunci bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Adapun kunci suskes dari implementasi QRIS, menurut Transaction Banking Director BCA Santoso Liem, edukasi yang terus-menerus kepada masyarakat atau nasabah agar mencoba menggunakannya. BCA selalu menggunakan berbagai momentum untuk melakukan edukasi dan juga mempromosikan tentang QRIS sebagai salah satu cara untuk pembayaran.

BCA juga mengembangkan satu aplikasi khusus untuk merchant agar mudah memanfaatkan QRIS yaitu merchant BCA apps. Melalui aplikasi ini, merchant bisa mendaftar sebagai merchant. Dengan demikian, proses pendaftaran yang sulit menjadi lebih mudah.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN