Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik mobil. (Ilustrasi)

Pabrik mobil. (Ilustrasi)

SEMUA TEKNOLOGI BISA BERPERAN

Turunkan Emisi, Pemerintah Jangan Hanya Fokus ke Mobil Listrik

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:00 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id Pemerintah jangan hanya fokus ke mobil listrik (battery electric vehicle/BEV) untuk menurunkan emisi karbon. Jika hanya fokus ke BEV, target penurunan emisi karbon sulit tercapai.

Demikian diungkapkan Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam, Sabtu (16/10/2021). Menurut dia, semua teknologi kendaraan seperti internal combustion engine (ICE), hybrid electric Vehicle (HEV) sampai plug in hybrid electric vehicle (PHEV) harus tetap dilibatkan. Karena untuk beralih ke BEV tetap harus dilakukan dengan bertahap.

"Jika penurunan gas buang hanya mengandalkan teknologi BEV saja tidak akan maksimal. Kenapa? Karena harga mobil BEV masih di atas Rp 500 jutaan. Selain itu, infratsrukturnya belum siap.

Daya beli masyarakat masih rendah untuk BEV. Masyarakat juga harus diberikan pilihan dan kebebasan mau pakai apa,” ujar dia.

Bob juga mengatakan, pemerintah harus memperhatikan nasib industri komponen. Menurut dia, jika pemerintah hanya fokus ke BEV, industri komponen akan terancam.

Menurut dia, industri otomotif tergolong sektor padat karya sekaligus berteknologi tinggi yang memiliki peran strategis untuk ekonomi Indonesia.

Di dalam negeri, industri otomotif dan turunannya melibatkan 1,5 juta lebih pekerja yang memiliki tatanan rantai pasok dari lapis 1 hingga 3 yang tertata rapih, meliputi banyak sub-sistem industri pendukung seperti pembiayaan, asuransi, dan logistik “Industri otomotif juga merupakan penyumbang besar pendapatan daerah melalui pajak kendaraan bermotor sebesar 30-60%," kata dia.

Bob menegaskan, industri otomotif juga memberikan sumbangsih ekspor Indonesia. Walaupun tidak sebesar ekspor dari komoditas, ekspor otomotif adalah produk berteknologi tinggi yang memiliki nilai tambah cukup tinggi.

Indonesia merupakan salah satu penguasa ekspor otomotif di Asean bersama Thailand dengan tujuan ekspor utama ke Filipina dan Vietnam. Ekspor otomotif Indonesia juga sudah merambah ke kawasan Asia lainnya, Afrika, Amerika Tengah dan Selatan, serta Timur Tengah.

“Pertanyaan besar yang dihadapi Indonesia dalam memasuki era elektrifikasi kemudian adalah apakah posisi strategis dan kokoh yang saat ini dimiliki oleh industri otomotif dapat dipertahankan," kata dia. 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN