Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri pembukaan GIIAS 2021 di ICE, BSD, Tangerang, Banten, Kamis (11/11/2021).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri pembukaan GIIAS 2021 di ICE, BSD, Tangerang, Banten, Kamis (11/11/2021).

Pemerintah Geber Pembangunan Ekosistem Mobil Listrik

Kamis, 11 November 2021 | 17:27 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah tengah mempercepat pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan (EBT) dan pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik atau kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai bentuk komitmen mengatasi masalah perubahan iklim.

Airlangga menjelaskan, komitmen kebijakan pengembangan KBLBB dilakukan dengan cara mengeluarkan peta jalan industri otomotif nasional dan peta jalan pengembangan industri KBLBB.

"Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 tentang PPnBM Kendaraan Bermotor di mana di dalamnya diatur tentang pengenaan tarif PPnBM, yang dikenakan berdasarkan tingkat emisi karbon kendaraan bermotor," kata Airlangga di pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kamis (11/11/2021).

Dalam sambutannya, Airlangga menyampaikan, dukungannya pada pelaksanaan pameran GIIAS 2021. Event yang tahun ini mengusung tema Wheels to Move diharapkan dapat menjadi wadah untuk mendukung pertumbuhan industri otomotif di Indonesia, khususnya mendukung kebangkitan ekonomi pascapandemi dan menjadi ajang dalam mendukung penurunan emisi karbon pada kendaraan bermotor.

Selain itu, Airlangga mengharapkan Indonesia bisa swasembada kendaraan bermotor dan teknologinya melalui meningkatkan kualitas produk yang diproduksi dalam negeri. Hal ini bisa mendongkrak nilai ekspor otomotif untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi pascapandemi.

Dia menerangkan, penjualan produk industri otomotif sempat terkena imbas pandemi Covid-19. Namun, pada Maret-September 2021, penjualan menguat, setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Tak hanya itu, penjualan mobil selama September 2021 mencapai 84,11 ribu unit, naik 41,5 dibandingkan Februari 2021.

“Untuk mendorong dan mengakselerasi konsumsi, serta peningkatan utilitas industri otomotif, pemerintah melanjutkan perluasan kebijakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP), sebagai tindak lanjut dari keberhasilan penjualan kendaraan bermotor roda empat (KBM-R4) hingga hampir 150%,” ujar Airlangga.

Pemerintah telah memutusan memberikan insentif pengurangan PPnBM 100% bagi pembelian KBM-R4 berkapasitas silinder mesin ≤1.500 cc hingga Desember 2021, serta insentif pengurangan PPnBM dari 25% hingga 50% untuk KBM-R4 berkapasitas silinder mesin antara 1.501-2.500 cc.

Tahun ini, penjualan mobil diperkirakan mencapai 850 ribu unit, naik dari 2020 sebesar 600 ribu penjualan. Meski masih di bawah angka normal, pemerintah berharap tahun depan penjualan mobil mencapai 1 juta unit.

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN