Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Calon Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026, Arsjad Rasjid (kiri), didampingi  Ketua Kadin Sulawesi Barat H Taslim Tammauni  (kedua dari kiri), menyerahkan bantuan kepada korban bencana di Mamuju, Sulawesi Barat,  pada Selasa (6/4/2021).

Calon Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026, Arsjad Rasjid (kiri), didampingi Ketua Kadin Sulawesi Barat H Taslim Tammauni (kedua dari kiri), menyerahkan bantuan kepada korban bencana di Mamuju, Sulawesi Barat, pada Selasa (6/4/2021).

MILIKI PASOKAN NIKEL TERBESAR DUNIA

Arsjad Rasjid Optimistis Indonesia Bakal Kuasai Pasar Mobil Listrik

Kamis, 15 April 2021 | 14:47 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional  Arsjad Rasjid optimistis,  Indonesia akan menjadi  produsen baterai lithium dan mobil listrik terbesar di dunia.

Optimisme itu diungkapkan Arsjad didukung besarnya pasokan nikel  untuk pembuatan baterai lithium, yang menjadi bahan utama pengembangan mobil listrik.

“Indonesia memiliki  kandungan nikel yang luar biasa banyak. Nikel adalah  bahan utama pembuatan baterai lithium, yang digunakan untuk mobil listrik. Jadi, seharusnya kita bisa menguasai salah satu rantai pasok baterai lithium dan pengembangan mobil listrik dunia,” kata Arsjad di Jakarta, pada Kamis (15/4/2021).

Arsjad yang juga calon ketua umum Kadin Indonesia, periode 2021-2026, menyatakan bahwa pengembangan mobil listrik akan menimbulkan efek domino dan meningkatkan peran  pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada industri otomotif dalam negeri.

“Apa yang telah dicanangkan Bapak Presiden Jokowi untuk mengembangkan industri baterai lithium dan mobil listrik adalah ide yang luar biasa. Kita harus siap kalau ingin berkembang dan berkompetisi.  Kita bisa leading,” ujar Arsjad. 

Beli Teknologi 
Arsjad juga mengingatkan bahwa ada tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain terdepan dalam industri mobil listrik dunia. Selain memiliki sumber daya alam melimpah berupa nikel, lanjut dia, Indonesia juga harus memperlengkapi diri dengan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing tinggi, memanfaatkan komponen tingkat komponen dalam negeri (TKDN), dan membeli teknologi dari luar negeri untuk dikembangkan di Indonesia.

“Kita beli teknologi dari luar negeri untuk dikembangkan di Indonesia. Yang penting, ending-nya adalah intellectual property milik Indonesia. TKDN, komponennya banyak di Indonesia dan cost baterai buatan Indonesia akan lebih kompetitif. Kita berkolaborasi untuk menciptakan sesuatu yang kokoh,” ujar Arsjad.

Presiden Joko Widodo, juga telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor  55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. 

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada tahun 2017, Indonesia mampu menghasilkan 2,12 juta ton nikel pig iron (NPI) dan 482.400 ton feronikel (FeNi) pada tahun 2017. Data Badan Geologi menyebutkan bahwa per tahun 2012, Indonesia memiliki 1,02 miliar ton dari total cadangan nikel,  terutama berlokasi di Sulawesi dan Maluku.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN