Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam acara Literasi Keuangan Goes to Campus yang merupakan kerjasama Majalah Investor dengan OJK, Institut Pertanian Bogor, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Danareksa Investment Management, Kamis (15/10).

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam acara Literasi Keuangan Goes to Campus yang merupakan kerjasama Majalah Investor dengan OJK, Institut Pertanian Bogor, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Danareksa Investment Management, Kamis (15/10).

OJK: 5 Alasan Pentingnya Milenial Investasi Sejak Dini

Kamis, 15 Oktober 2020 | 14:25 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama pandemi Covid-19 meletakkan program peningkatan literasi keuangan bagi milenial sebagai program prioritas. Kebiasaan menabung dan investasi harus ditanamkan kepada milenial sejak dini.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara menuturkan, terdapat lima alasan pentingnya milenial berinvestasi sejak dini. Pertama, milenial merupakan generasi penerus bangsa yang akan memebangun Indonesia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, mereka perlu dipersiapkan untuk membangun bangsa, dengan jumlah milenial saat ini 30% dari total penduduk Indonesia, sehingga perlu dibekali pemahaman ekonomi yang memadai.

"Kedua, berdasarkan survei OJK menunjukkan, milenial umumnya memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah, banyak kelompok milenial yang tidak paham konsep-konsep compound interest, bahkan disebutkan bahwa seandainya masyarakat Amerika Serikat menabung atau berinvestasi 15 tahun lebih awal dengan jumlah yang sama, maka pada saat pensiun akan memperoleh uang 4 kali lipat daripada mulai investasi 15 tahun sebelum pensiun," urai Tirta dalam acara Literasi Keuangan Goes to Campus yang merupakan kerjasama Majalah Investor dengan OJK, Institut Pertanian Bogor, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Danareksa Investment Management, Kamis (15/10).

Literasi Keuangan Goes to Campus, 15 Oktober 2020.
Literasi Keuangan Goes to Campus, 15 Oktober 2020.


Menurut dia, hal tersebut karena masyarakat belum mengenal istilah bunga majemuk, atau bunga yang berbunga. Padahal, dengan memahami konsep tersebut, milenial bisa memiliki hasil investasi yang lebih besar jika dilakukan sejak dini.

Alasan ketiga, milenial rentan secara finansial. Umumnya, generasi milenial menghabiskan uangnya untuk kesenangan dibandingkan untuk menabung atau investasi.

"Maka tidak heran banyak milenial yang belum mencoba untuk memiliki rumah atau kendaraan sendiri, memang uang bukan segalanya, tapi banyak hal yang penyelesaiannya memerlukan uang," kata Tirta.

Alasan keempat, dengan prinsip kamu hidup hanya satu kali (you only live once/YOLO) banyak milenial tidak mempersiapkan dana darurat. Pada saat Covid-19 ini dinilai menyadarkan pentingnya memperkuat ketahanan keuangan atau financial resilient dengan memiliki dana darurat.

"Survei OECD menyebut, 28% keluarga hanya sanggup bertahan 1 minggu jika kehilangan pendapatan utama mereka, kemudian hanya bertahan 3 bulan. Jadi dana darurat ini harus dipersiapkan," lanjut dia.

Tirta menambahkan, alasan terakhir yakni, karena milenial senang mengikuti tren atau mengikuti apa yang dilakukan oleh tokoh idola, misalnya influencer. Dengan diberikan pemahaman, milenial tentunya diharapkan tidak menelan bulat-bulat janji-janji investasi yang diucapkan oleh influencer di sosial media.

"Oleh karena itu, pemahaman keuangan penting, sehingga milenial tidak mudah terpedaya oleh janji-janji manis yang dilontarkan influencer ketika mereka menawarkan investasi. Kita semua harus tahu, tidak semua investasi itu legal, jadi harus dicek juga legalitasnya," ungkap Tirta.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN