Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Bisnis Properti Tetap Booming

Rabu, 12 Maret 2014 | 11:09 WIB
Oleh Edo Rusyanto dan Ester Nuky

JAKARTA – Meski bunga kredit meningkat menyusul kenaikan BI rate dan bank sentral masih mengetatkan penyaluran kredit, bisnis properti di Tanah Air masih tetap booming, setidaknya hingga 2015. Para pengembang terus berekspansi. Merespons kinerja yang terus membaik, harga saham emiten properti dan konstruksi di BEI terus meroket. Dalam lima tahun terakhir, capital gain saham properti melesat 187%.

Kenaikan indeks harga saham properti dan konstruksi periode 2009 hingga 11 Maret 2014 sebesar dua kali lipat dari pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada periode yang sama. Sedangkan selama Januari hingga 11 Maret 2014, kenaikan harga saham sektor properti dan konstruksi mencapai 25%, lebih tinggi dari kenaikan IHSG yang pada periode yang sama hanya 10%.

Nilai kapitalisasi pasar emiten sektor properti dan konstruksi pada penutupan perdagangan di BEI, Selasa (11/3), sekitar Rp 318,47 triliun. Pangsa kapitalisasi pasar saham emiten properti dan konstruksi itu mencapai 6,84% dari total kapitalisasi pasar emiten BEI yang pada periode yang sama sebesar Rp 4.656 triliun.

Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Eddy Hussy optimistis, bisnis properti pada 2014 masih tumbuh sekitar 10% meski ada sejumlah faktor penghambat. Selain ada pemilu legislatif dan pemilu presiden yang bisa memengaruhi sektor properti, Bank Indonesia (BI) memperketat kredit ke sektor ini.

Per 30 September 2013, bank sentral merevisi aturan pembatasan besaran kredit (loan to value/LTV) untuk kredit pemilikan properti maupun kredit konsumsi beragun properti. Kredit rumah pertama tipe 70 m2 ke atas misalnya, dikenakan LTV maksimal 70% sehingga nasabah harus menyediakan minimal uang muka (DP) 30% dari harga. Untuk LTV pada rumah kedua turun menjadi 60% dan rumah ketiga atau seterusnya 50%.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di https://subscribe.investor.id

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN